CHAP 15

0 0 0
                                    

-13 Mei 2022

Hari ini SMA Brawijaya melaksanakan study tour kelas 12 ke Bali, seluruh murid diharapkan kumpul di sekolah jam 6 pagi. Kini, mereka semua sedang bersiap-siap untuk menaiki bus menuju bandara Internasional Soekarno-Hatta. Perjalanan memakan waktu sekitar 1 setengah jam, kemudian mereka terbang ke Bali dengan pesawat dan tiba pada pukul 9.45 pagi. Mereka melanjutkan perjalanan ke penginapan dengan menggunakan bus yang telah disiapkan pihak sekolah.

Tata sudah siap dengan atasan kaos hitam dan celana kulot panjang dengan warna senada, tak lupa headphone menghiasi telinga nya. Berbeda dengan Tata, Vika dan Rea mengenakan atasan putih. Vika dengan celana cargo krem, dan Rea flare jeans. Masing-masing membawa koper yang telah diletakkan di bagasi bus.

Tata, Vika dan Rea duduk bersama, sedangkan Raya duduk terpisah dari mereka. "Eh, ini serius gw gak duduk bareng Raya, dari tadi gw duduk sama kalian, dia duduk sendiri loh?" tanya Vika khawatir dengan Raya yang duduk sendiri. "Udah, santai aja. Lagian kita udah jarang ngobrol sama dia, lu kalo duduk sama dia gak canggung emang?" jawab Rea. "Iya biarin aja, gak usah dipikirin." tambah Tata sembari menyodorkan sebungkus Snack kepada Vika dan Rea. "Yaudah deh." balas Vika.

______________________________

'Gw duduk sendiri lagi? Si Vika malah duduk sama Rea dan Tata, kok dia gak mau duduk bareng gw ya? Dari perjalanan di bus ke bandara, terus di pesawat, sampe sekarang dia gak duduk bareng gw. Masa gw duduk sendiri lagi sih?' ucap Raya dalam hatinya.

'Akhir-akhir ini juga kita mulai menjauh, jarang ngobrol, sekali ketemu dia juga diem aja. Kenapa kita jadi menjauh gini ya? Terus mereka main bertiga aja, gak sama gw. Karena mikirin mereka nilai gw jadi turun juga, nilai ujian gw gimana ya?'

Raya memutuskan untuk berhenti memikirkan masalah tersebut, ia menyalakannya handphone nya dan memulai menonton drama Korea yang telah ia siapkan untuk menemani perjalanan nya.

______________________________

Setelah tiba di penginapan, mereka semua di kumpulkan di lobby hotel. Pak Dominikus selalu kepala sekolah memberikan briefing. "Selamat pagi anak-anak, apakah masih semangat? Kini kita telah tiba di Pulau Dewata, Bali. Dan telah tiba di penginapan, sekarang bapak akan membagikan nomor kamar beserta teman kamar kalian." ucap Pak Domi. "Yah pak? Kamar nya gak bebas?" ungkap salah satu siswa yang kecewa karena tidak bisa tidur dengan teman yang telah ia harapkan. "Iya nak, teman kamar nya di atur pihak sekolah. Baik bapak akan bacakan ya."

Ya, dan sekarang Rea mendapat teman sekamar bersama Raffaella dan Stephanie. Vika dengan Jasmine dan Zee, sedangkan Tata bersama Gladys dan Hilmia. Raya? Dia dengan Yerry dan Shasa. Mereka semua berbeda kamar, karena nomor urut mereka yang berjauhan, sebab pembagian kamar berdasar pada nomor urut.

Meski begitu Tata absen 12, Vika absen 17 dan Rea absen 23 masih berada pada satu lantai dan lorong yang sama. Berbeda dengan Raya yang memiliki absen terakhir, sehingga ia dan teman lainnya berada di lantai 4. Setelah jam 1 siang, mereka melaksanakan makan siang di restoran yang disediakan hotel.

Seusai makan siang, para murid diberi kebebasan sampai besok pagi jam 9. Maka Rea, Vika, dan Tata memutuskan untuk berenang. Mereka bergegas kembali ke kamar masing-masing dan mengganti baju renang, setelah nya mereka menuju kolam dan mulai berenang. Pukul 4.50 mereka kembali ke kamar setelah puas bermain dengan air.

'Mereka main tanpa aku, aku gak diajak. Kenapa sih jadi gini? Kok aku jadi dibuang gini ya? Aku habis bikin salah? Salah apa ya? Kenapa jadi jauhin aku, perasaan aku gak bikin salah apa-apa deh.' ucap Raya dalam hati, menatap ketiga sahabatnya bermain di kolam renang tanpa dirinya. Ia hanya menatap dari kejauhan tanpa ikut bermain air, mereka juga tidak menyadari kehadirannya.

______________________________

Setelah melaksanakan makan malam, para murid dibubarkan dan dipandu menuju kamar. Para guru memastikan seluruh murid telah tiba di kamar masing-masing, saat Bu Gitta dan Bu Tessa mengecek ke kamar Vika, Jasmine, dan Zee terdapat Rea dan Tata yang sedang bermain di kamar mereka.

"Ayo nak, pulang ke kamar masing-masing. Sudah malam ayo tidur." ucap Bu Gitta. "Yah Bu, masih mau ngobrol dulu." ucap Tata. "Kan ngobrol masih bisa besok." balas Bu Tessa. "Bu, kalo saya sama Rea tidur di sini boleh gak Bu?" tanya Tata meminta izin kepada guru. "Gak muat nak, sudah penuh kamar nya." balas Bu Tessa. "Muat Bu, nanti saya sama Zee pindah ke kamar Tata sama Rea deh, soalnya saya mau tidur sama Gladys Bu. Si Zee mau tidur sama Raffaella." ungkap Jasmine. "Iya Bu, nanti kita pindah." tambah Zee.

"Yaudah nak, terserah. Tapi jangan sampai ketahuan guru lain ya? Sekarang cepet tidur sana." balas Bu Gitta memberikan izin kepada mereka. "Makasih Bu" balas mereka semua secara kompak. Akhirnya Tata, Vika, dan Rea dapat tidur bersama dalam satu kamar setelah membujuk Bu Gitta dan Bu Tessa.

Sebelum tidur mereka masih mengobrol panjang sembari menunggu kantuk menghampiri mereka, tak lupa ditemani dengan snack. "Udah ah, gw ngantuk!" ucap Vika. "Iya gw juga, tidur yuk?" ajak Tata yang ikut merasakan kantuk. "Iya, ayo." balas Rea. Lampu telah dimatikan, ruangan menjadi gelap. Hanya terdengar suara detik jam, dan malam itu mereka semua tertidur lelap.

______________________________

-

14 Mei 2022

Keesokan paginya mereka telah selesai sarapan dan bersiap menuju destinasi wisata pertama yaitu Pantai Kuta. Berangkat jam 10 menuju pantai sekitar 9 kilometer, mereka tiba pukul 10:45. Tiba disana, mereka melangsungkan foto angkatan bersama.

"Ayo main ke laut!" ajak Tata. "Ayok!" balas Vika dan Rea dengan semangat. Mereka menuju ke pesisir pantai dan bermain dengan ombak laut yang terus berderu kearah mereka. "EH! GW HAMPIR KESERET! AAAA!" teriak Rea. "TA! SUSUL SI REA, GW JAUH!" Vika ikut berteriak. "Udah udah, untung si Rea ketarik sama gw. MAKANYA LU KALO MAIN JANGAN SAMPE KETENGAH SONO!" ucap Tata. "Iya iya aduh maapin aku!" balas Rea dengan cengiran lebar.

"Yeu, nih bocah bikin panik aja!" ucap Tata. "Tau tuh, gw mau panggil guru tadi!" ungkap Vika. "Maapin aku ges, aku minta maap membuat panik. Hehe" balas Rea meminta maaf atas tindakan nya yang membuat Vika dan Tata panik. Setelah kejadian tadi, mereka memutuskan untuk bermain pasir saja. Mereka membuat istana pasir, bermain lempar-lemparan pasir, dan masih banyak lagi. Pukul 2 siang, mereka pergi ke salah satu tempat makan yang berada dalam pantai tersebut. Mereka memesan ayam bakar dan es kelapa untuk mengganjal perut mereka.

Selesai makan, mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak di pondok dekat pohon kelapa sambil menunggu senja dan matahari terbenam. Masih ada waktu sekitar 2-3 jam lagi, waktu itu di isi dengan obrolan dan foto-foto. Larut dalam kegembiraan mereka, mereka melupakan satu orang yang selalu menatap mereka dari jauh.

'Gw mau ikut main sama mereka juga.." ucap orang tersebut dalam hatinya. Sesakit ini dibuang oleh sahabat, bagaimanapun bisa mereka tega dengannya. Bila ia berbuat salah, tolong katakan letak salahnya. Biar dia meminta maaf, jika seperti ini ia hanya sendirian tak memiliki seorang pun teman.

______________________________

Jangan lupa follow kita yaa 🤩👌
1. @yoyot_ajg (Author)
2. @rayaaa.12_ (Raya)
3. @vikaa.dahayu (Vika)
4. @reaaa_joyy (Rea)
5. @grace_abpra (Tata)
6. @utara.prdpta (Utara)
7. @dewa.prdpta (Dewa)
8. @nathaniel_praditya (Nathan)
9. @jenniiferr_rahel (Jennifer)

📍Kota Penghujan, 32°©
🖨️ 1135 Words

UTILIZATIONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang