CHAPTER 5

2 0 0
                                    

—12 Agustus 2022

Pukul 09.57 Rea dan Tata telah sampai di depan rumah Vika.

Tok Tok Tok!

Rea mulai mengetuk pintu rumah Vika, selang beberapa detik Vika membuka pintu tersebut. "Eh, ayo masuk!" ajak Vika.

Mereka bertiga berjalan memasuki rumah Vika. Tata dan Rea yang membawa tas selempang mereka letakkan di sofa ruang tamu.

"Yaudah, ayo langsung mulai latihan nari aja, biar kita lancar." ungkap Tata. Mereka bertiga mulai latihan hingga jam menunjukkan pukul 11:33

"Guys, istirahat dulu yuk? Capek banget." ungkap Rea dengan keringat yang membasahi pipinya. "Kalian laper ga?" tanya Vika. "Laper sih gw." jawab Tata. "Iya gw juga laper." timpal Rea. "Yaudah kita masak steamboat aja yuk?" tawar Vika kepada dua teman nya. "Ayo!" balas Rea dan Tata.

Mereka bertiga berjalan menuju minimarket yang berada di seberang rumah Vika untuk membeli sayur-sayuran, seafood, dan bumbu steamboat.

Tata mengambil sebuah keranjang belanja yang terdapat di samping kanan pintu masuk minimarket tersebut. Mereka bertiga menyusuri minimarket tersebut hingga sampai di rak sayuran.

Vika mulai mengambil beberapa sayur. Ia mengambil pakcoy, selada, dan jamur enoki. Sedangkan Rea menyusuri rak bumbu, ia mengambil 1 sachet bumbu tomyam. Sedangkan Tata menuju bagian minuman, ia mengambil 3 botol minuman bersoda.

Setelah selesai, mereka mengantri di kasir dan membayar belanjaan mereka. Tiba di rumah Vika, mereka segera merebus air dan memasukkan sayur-sayuran, seafood, dan bumbu tomyam.

Pukul 12:02 masakan mereka telah siap untuk disantap. Mereka mulai makan bersama-sama di meja makan. "Vi, rumah Lo sepi amat?" tanya Tata. "Iya, mana Abang Lo?" timpal Rea ikut bertanya.

"Papa mama gw kan kerja, Bang Utara kuliah, Bang Dewa juga kuliah." jelas Vika kepada Rea dan Tata. "Bang Dewa sama Bang Utara ambil kelas pagi?" tanya Tata. "Iya, mereka berdua ambil kelas yang pagi." jawab Vika.

"Wah, rajin banget. Bang Nathan aja udah semester terakhir masih ikut geng motor gitu, dia juga ambil nya kelas siang!" ungkap Tata membocorkan sifat pemalas Abang nya. "Geng motor? tanya Rea.

"Iya! Bang Nathan jadi ketua geng motor gitu, padahal dia lagi kuliah. Tahun ini lulus, tapi masih ikut gw g motor begitu!" jelas Tata. "Apa nama geng motor nya?" tanya Vika sambil mengerutkan keningnya.

"Apa ya? Gw juga lupa." balas Vika sbil memejamkan mata nya, mencoba mengingat. "OH IYA! Namanya kalau ga salah namanya 'WALS'." ungkap Tata. "Hah? Bang Utara juga ikut geng motor itu!" timpal Vika.

Cklek!

Pintu rumah Vika tiba-tiba terbuka, mereka bertiga segera menoleh ke arah pintu tersebut. Ternyata yang membuka pintu tersebut adalah Bang Dewa.

Mahesa Dewa Pradipta, seorang mahasiswa jurusan hukum semester 2 di Universitas Palapa.

Dibelakang Dewa, terdapat 2 orang teman nya yang ikut masuk ke dalam ruang tamu. Mereka bertiga duduk di sofa, Dewa mengeluarkan PlayStation nya yang berada di dalam lemari TV.

Mereka mulai memainkan game di PlayStation tersebut. Sedangkan Vika, Tata dan Rea memilih untuk segera menghabiskan makanan mereka dan membersihkan nya.

Setelah semuanya bersih, mereka mulai latihan menari lagi lantai dua. "Guys, kita udah lancar banget nih narinya." ungkap Vika. "Iya! Omong-omong gimana sama Raya ya? Dia udah hapal belum ya tarian nya?" tanya Rea.

Ting!

Terdengar sebuah notifikasi dari HP Rea, ia segera menyalakan HP nya.

______________________________

UTILIZATIONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang