Night
Makan malam
Kursi sahi kosong, pemilik kursi tidak ikut makan malam membuat saudaranya bingung
"Sahi kemana? Dari sore gak kelihatan" junkyu
"Dia gak mau keluar kamar, makan malamnya udah di anter sunghyun tadi" yoshi
"Harusnya abang tadi gak gegabah" celetuk mashiho
"Kamu tau?"
"Aku dan ruto tau" mashiho menatap mata abangnya
Ruto menundukkan kepala karena takut jika ia ketahuan ikut campur perihal tadi sore
"Ruto" panggil yoshi
"Ruto gak mau bang sahi sedih, abang ganteng tadi baik kok" ucap ruto sambil makan
"Ruto belum paham, jadi jangan ikutan" yoshi
"Apa salahnya berteman dengan orang dari kalangan bawah?" Doyoung membuka suara
Yedam menyenggol kaki doyoung dan berbisik "lu ngapa tanya nya gitu sih, bikin bang yoshi geram aja"
Yoshi menghela nafas sekejap "habis makan malam selesai, abang akan ngasih info. Kita bicara di kamar sahi"
Di kamar Asahi
Sahi sedang makan ditemani vc an dengan kotaro
"Aku gak papa sa, jangan sedih. Besok kan masih bisa ketemu di sekolah"
"Jangan menghindar. Aaahh rasanya pengen kabur dari rumah"
"Jangan gitu, kamu dirumah punya segalanya, masa mau kabur sih. Kalau kamu kabur terus kamu mau tidur dimana?"
"Di rumah lu, kita tinggal bareng"
"Rumah ku kecil, gak ada ac, gak ada makanan enak, kasur nya sempit. Kamu punya tempat nyaman jadi jangan buat diri sendiri menderita karena suatu hal"
"Iya kamu benar, tapi di balik itu semua aku menyimpan sesuatu"
"Jangan di katakan kalau itu rahasia mu. Cukup kamu yang tau. Kamu boleh cerita ke aku tapi jangan membuka rahasia mu"
"Kamu selalu paham" sahi tersenyum
"Ya tentu saja aku paham. Asa, kalau pun nanti abang mu tau, aku gak punya pilihan lagi"
"Aku memaksa kamu tetap menjadi sahabat ku, gak usah dengerin abang ku. Dia selalu ikut campur dalam pertemanan. Bikin aku kesal aja"
"Ya ya ya terserah kamu saja, aku ngikut deh. Udah dulu ya, aku mau makan malam"
"Iya"
Pip
"Aaaggggghhhh selalu aja kek gini. Gua kapan sih dikasih kesempatan berduaan yang lama sama kotaro. Selalu diganggu mulu, heran bat dah"
Tok tok tok
"Asahi" suara abang pertama memanggilnya
"Bentar" sahi minum air putih sejenak lalu ia segera membuka pintu
Klek
"Ini ngapain pada antre di depan kamar gua" sahi terkejut. Kayak penggrebekan narkoboy njir
"Biar abang jelasinnya gak satu satu mending di satuin kayak hubungan gua dan doi" yedam
"Baperan lu babik" doy gaplok lengan yedam
"Taik lu kimak" balas yedam
"Udah woy. Kalian gak mau masuk?" Junkyu
Yedam dan doy langsung masuk
...
"Abang gak mau ada tamu dari kalangan bawah. Boleh berteman dengan siapa aja tapi untuk yang kalangan bawah jangan di bawa masuk ke rumah ini" yoshi
"Penghinaan gak sih?" Asahi
"Bukan, orang yang dari kalangan bawah biasanya tau celah tindak mencuri. Disini banyak barang berharga. Soalnya kaum bawah kalau udah terhimpit pasti pikiran nya mengarah ke hal kriminal. Abang gak mau itu terjadi di rumah ini"
"Abang curiga ke taro? Dia masih SMA bang, gak ada pikiran kek gitu. Dia tadi ke sini mau ngajarin sahi belajar, apa salahnya dia ke sini kalau tujuannya baik. Abang terlalu ngambil kesimpulan negatif. Abang harusnya gak gitu, harus bisa beda in mana yang benar dan mana yang salah. Orang kaya juga bisa ngelakuin apa aja, orang kaya banyak tuh yang ngelakuin tindak kriminal. Kasus hanbin dan kasus yedam contohnya"
yoshi terdiam
"abang gak perlu kayak gitu cuma ingin keliatan sok bijak, gw punya otak, bisa mikir mana yang bener dan enggak. dia memang orang kurang mampu, tapi dia punya adab untuk menghargai. gw malu sebagai dari kalangan elit punya sodara minim adab, bisanya cuma ngandalin status dan derajat"
asahi muak dengan kelakuan abang tertua
ia mengeluarkan uneg uneg nya
"sejak kapan dia bisa bijak?" batin mashiho
"njir lah kepribadian bijak nya keluar" jaehyuk
yoshi menghela nafas "ok kalau itu kemauan mu, silahkan berteman dengan kalangan bawah, tapi kalau abang tau kelakuan busuk dia, abang gak tanggung"
"gw jamin dia orang baik. dan jangan ganggu pertemanan gua, gua punya hak"
"untuk kalian semua, abang harap cuma asahi yang berteman sama kalangan rendah. yang lain jangan"
"diskriminasi. lu gak berhak kek gitu. lu pen keliatan istimewa? lu di bumi cuma berperan manusia biasa gak lebih, kalau lu lagi capek, berhenti gih dari tuntutan ayah. lagian mau sampai kapan lu di jadiin kuda"
deg deg deg
"sahi, lu kok ngomongnya gitu sih" junkyu panik
"lu gak sopan ngatain bang yoshi kek gitu" mashiho
"kalau gua gak kerja di perusahaan ayah, lu gak bisa hidup sampe sekarang. kita bisa bertahan hidup mewah karna warisan dari orang tua. jadi lu kalau mau ngelawan, mending sekalian keluar dari Kanemoto Family. gw berusaha agar hidup kita terjamin dan layak di pandang agar tidak terinjak. tapi jika di tentang, mending langsung bilang ke gua dan angkat kaki dari area Kanemoto. gw gak peduli jadi kuda ayah sekalipun gua tetap berjuang demi ngeliat keturunan Kanemoto terlihat terpandang"
asahi terdiam
"yang awalnya terpandang maka harus sebisa mungkin terpandang. coba kalian bayangin, dari lahir kita dari keluarga terpandang lalu ada kejadian buruk sehingga mengakibatkan menjadi sampah, malu gak kira kira? kalau ada paparazi, berita gak enak pasti muncul. gua sebagai yang tertua, sadar akan siapa Kanemoto di mata ibukota ini. dan...kalau dari kita ketauan punya hubungan dari kalangan bawah, gua gak mau ada berita kayak waktu lalu muncul. dimana berita tersebut berkesimpulan Kanemoto berhubungan dengan kalangan bawah" lanjut yoshi
"susah ternyata. apa selalu ada diskriminasi? gua gak setuju. mau dari berbagai kalangan manapun, kalau niatnya baik ya, ya udah jalani, apa salahnya? kalau dari sudut pandang orang orang berbeda ya bodo amat aja lah. selagi benar kenapa disalahin. emang mereka harus tau kehidupan kita gitu? enggak kan. paling mereka cuma kepo dan gabut terus beritanya di gede gedein dan malah buat rumit sendiri berakhir bungkam. udah lah masalah ginian tuh kecil, gua gak begitu permasalahin mau temenan sama siapa, dari kalangan apa, itu gak wajib di hidup gua. selagi baik ya jalani aja, orang lain mana paham sama pribadi kita"
"gua lama lama juga bosen bang, punya temen sederajat tp sering bully kaum rendah cuma gegara si pembully orang kaya tapi kelakuan seenaknya" doyoung
"orang kaya emang suka seenaknya" sahi
"hhh yo dah deh serah kalian tapi kalau ada berita miring, abang ogah bantu" yoshi
"gak usah ribet deh, b aja kali" asahi
TBC...
KAMU SEDANG MEMBACA
yoshi dan 9 adiknya S2
FanfictionLanjutan Kanemoto Yoshinori menyembunyikan rahasia terbesar dalam hidupnya yaitu kenangan masa lalu sebelum adik adiknya lahir Jika salah satu adiknya mengetahui rahasia yoshi, akan kah yoshi menceritakan semuanya? Atau memilih menyembunyikan walau...
