30

170 11 0
                                        

Asahi pov

rooftop

seokhwa menyeret lengan asahi hingga ia membenturkan tubuh asahi pada dinding

"MAKSUD LU APA SA?! LU PERMAININ GUA ATAU LU ANGGAP GUA SEPELE?!! JAWAB!!"

"gua cuma bantuin dia gak lebih, lu ngapa marah marah?!"

"sekarang gua tanya, status hubungan kita ini apa menurut lu"

"calon pacar"

"terus kenapa lu deketnya ke anak beasiswa itu?! apa lu udah gak yakin sama gua?! setiap gua ngajak elu ke kantin, ke perpus, makan di luar, lu selalu nolak, ada aja alesan lu. tapi kenapa setiap anak itu ngehindarin elu malah elu nya nyamperin?! kalau dia gak mau ketemu elu HARUSNYA LU SADAR DIRI KALAU DIRI LU HARUSNYA MENJAUH, BUKAN MENDEKAT!!!! GUA CEMBURU ASAL LU TAU!!!"

seokhwa mencengkram kerah kemeja asahi saking emosinya

nafasnya terengah engah

seokhwa melepas kasar cengkramannya

asahi meneteskan air mata

"sekarang gua tanya, perasaan lu ke gua masih sama atau udah pudar?"

asahi diam, air matanya tak berhenti mengalir

"GAK USAH NANGIS!!"

"gua bingung"

"ITU KARNA LU TERLALU DEKET SAMA ANAK MISKIN ITU!!! KALAU JAWABAN LU KEK GINI, GUA UDAH GAK BISA MAKSA!! LU BILANG KALAU LU NUNGGU GUA BERTAHUN TAHUN, TAPI SETELAH GUA DATANG KENAPA ELU DEKAT ORANG LAIN!! gua nyoba bersabar dan nunggu elu, tapi hasilnya apa? HASILNYA MALAH ELU SEMAKIN HARI MAKIN DEKET ORANG LAIN. lu gak mikir perasaan gua? lu dah lupa sama gua? apa lu udah gak suka gua?"

asahi terdiam dan menunduk, ia merasa sangat bersalah

seokhwa menghela nafas

ia menenangkan diri agar tak semakin emosi

"kurang beberapa bulan lagi lho sa, lu udah 17th, itu artinya kita dah bisa pacaran sesuai ucapan abang lu"

"gua cuma bantuin dia, gak lebih. lu jangan salah paham dulu. sebelum lu di sini, dia di bully habis habisan, itu yang buat gua gak tega"

"belain aja terus. gua pergi"

seokhwa pergi dari hadapan asahi

"Seokhwaaaa"

Blam

Pintu rooftop tertutup kasar

"Aaggghhhh" Asahi mengacak rambutnya frustasi

Bruaakkk

Ia menendang tempat sampah yang di sampingnya

"sampai kapanpun gua tetap milih kotaro, maafin gua seokhwa"

sahi pergi dari rooftop

...

yedam menelpon sahi namun tidak di angkat, membuat yedam harus mencari abangnya di kelas 11

saat di kelas ia tak menemukan abangnya

yedam memberanikan diri untuk bertanya pada salah satu teman asahi

"kak mau tanya, bang sahi kemana ya?"

"paling ke kantin, kesana aja gak papa"

"dia biasanya sama anak beasiswa, gua curiga mereka pasti ada sesuatu"

"eh dek, abang lu bilangin deh jangan terlalu deket sama anak miskin, ntar ketularan lho hahahaha"

"gak mungkin kan kanemoto miskin cuma gegara asahi yang terkontaminasi virus kemiskinan hahahaha"

yedam terdiam, dirinya sekarang paham kenapa asahi membenci kaum atas dan elit, karena mereka tidak menghargai manusia yang berada di bawah

yedam pergi begitu saja, lama kelamaan telinga nya panas

yedam berlari menuju kantin kelas 11, sebenarnya ia merasa sungkan di area 11 namun karena asahi perlu di awasi, ia tak punya pilihan lain selain menerjang rasa sungkan

sampai di kantin

yedam melihat kotaro di pojok kantin sedang makan sendirian sambil di cemooh siswa/i yang berlalu lalang

yedam menatap miris

namun tiba tiba dari arah samping, yedam melihat asahi yang menghampiri kotaro

tak lama percekcokan antara asahi dan siswa yang mencemooh kotaro pun terjadi

yedam ingin menghampiri namun ia urungkan niatnya

semakin ia melihat abangnya yang melindungi orang lain semakin yedam menatap malas kejadian tsb

entah kenapa yedam merasa tak adil, ia beranggapan bahwa abangnya melupakan dirinya

yedam meninggalkan area kantin













tbc...

yoshi dan 9 adiknya S2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang