di kantor Kanemoto
yoshi menatap tab nya
sorot matanya menyiratkan amarah mendalam
"anak miskin itu benar benar bikin sahi terobsesi. aku harus turun tangan"
yoshi menelpon asistennya
"Yoona! handle pekerjaanku. selesaikan sampai pukul 9 malam"
"ba..baik tuan"
asistennya sering di tugaskan yoshi untuk menghandle urusan pekerjaannya jika yoshi penuh pikiran
yoshi segera mengemasi barangnya lalu pergi
di parkiran yoshi tak sengaja mendapati kekasihnya yang hendak menemuinya, namun karna keadaan yoshi memuncak amarah untuk saat ini, hiro berusaha mengatasi jiwa emosi yoshi
"minggir!"
hiro paham, yoshi sedang melonjak emosi nya
namun hiro tak ingin yoshi berkelahi ataupun membunuh seseorang
"mau kemana? gua disini bawain makanan kesukaan lu"
"gua mau pergi ke tempat anak miskin itu"
hiro paham siapa yang di tuju yoshi
"mmm...mau ngapain?" hiro takut jika yoshi membantai orang lain
"dia bikin adek gua tergila gila. tuh anak pasti dah cuci otak asahi"
"mereka cuma temenan apa salahnya?"
"lu ngebela anak miskin itu?! orang miskin harus disingkirkan!"
"yos, gua tau lu gak suka sama kalangan miskin, tapi setidaknya lu bisa memanusiakan manusia. asahi temenan sama dia baik baik aja kok. sahi keliatan seneng banget"
"masih ada teman yang sederajat tapi kenapa sahi lebih deket sama anak miskin itu! setiap gua baca laporan tentang sahi, pasti anak miskin itu selalu muncul"
"berteman itu pasti ada kecocokan dan kenyamanan. kalau sahi bahagia, kenapa kita larang? inget yos, kebahagian sahi itu paling penting. lu gak lupa kan sama ucapan bunda? sahi beda dari yang lain. please, bebasin asahi, dia bisa milih siapa yang bisa bikin dirinya menjadi diri sendiri. lu gak mau kan sahi berubah acak"
"LU BISA DIEM GAK?! kalau si miskin itu gak ada di kehidupan sahi, pasti saat ini asahi tetap di ranking 1. gara gara anak miskin itu peringkat asahi turun!! dan asahi pernah bawa anak miskin itu ke rumah Kanemoto tanpa seijin gua. asahi lebih ngebela si miskin ketimbang dirinya sendiri. sahi kek ngorbanin hidupnya ke si miskin itu!!"
"yos, sahi kek gitu pasti ada alasannya"
"gak usah belain sahi maupun si miskin itu. biar gua yang urus sendiri"
yoshi mendorong pelang hiro ke samping
"yoshiii"
yoshi masuk ke mobil dan pergi
"yoshiiii dengerin gua duluuu!!! jangan gegabah yoooosss" hiro mengetuk kaca mobil yoshi namun Yoshi tetap pada pendiriannya
hiro menatap mobil yoshi pergi
"ya tuhan. gimana nanti nasib temannya sahi itu"
sahi pov
setelah sahi menemani yedam, sahi kembali ke area 11
kotaro kembali, jadi sahi buru buru menghampiri sahabatnya
di atap, kotaro sedang makan roti
"taro"
"asa"
"gimana olim nya?"
dengan semangat, taro mengeluarkan 3 medali emas dari saku celananya
"tadaaa"
sahi menatap tak percaya
"waaaahhhh hebat, 3 medali emas sekaligus"
"beasiswa ku aman jadi aku bisa sekolah disini sampai lulus"
"kita tetap bersama kan?"
"iya asa"
asahi tiba tiba mencium pipi kotaro
kotaro diam mematung, jantungnya berdegup tak karuan
ckrek
seseorang telah menangkap foto mereka berdua secara diam diam
Jaeyuk pov
"adek pengen apa? abang mau keluar bentar, adek titip apa?"
"mochi coklat sama sup ayam"
"ok, abang beliin" jae mengusap surai ruto
"bang, jagain ruto dulu ya"
"iya jae" jihoon
...
jaehyuk berada di caffe
minum kopi, merokok, dan ngerjain tugas kuliah
saat menyesap batang rokok matanya tak sengaja menangkap sosok wanita sedang membersihkan meja bekas pelanggan
deg deg
"teresa" bisik jae
jae meninggalkan mejanya, lalu menghampiri wanita tsb
"teresa"
wanita itu menoleh
"jaehyuk"
"kamu disini ternyata, aku nyari kamu gak pernah ketemu, aku ke rumah mu mlh kosong, rumah mu terbengkalai"
"aku pindah di sini, rumah itu udah gak di pake"
"kamu sekarang tinggal dimana?"
"komplek green oase"
"terus di cafe ini kamu part time?"
"bukan, ini cafe aku, seminggu yang lalu karyawan ku kecelakaan terus resign, kita kekurangan tenaga jadi aku ikut andil di sini. kamu lagi nongki?"
"eh iya, barang ku masih di meja"
"ayo aku temenin"
jae mengangguk
teresa melepas celemek di dapur
jaehyuk menyesap kopi sejenak dan mematikan rokoknya
"akhirnya dia kembali"
jae tersenyum senang, ingin rasanya ia memeluk teresa namun jaehyuk tak mau jika ia di beritakan yang negatif
teresa juga paham akan status kalangan
teresa duduk di hadapan jae
"kamu kok bisa di area sini, inikan lumayan jauh dari komplek elit"
"abang ku kerja di RS sekitar sini"
"rs mahal itu?"
"terkenal banget ya"
"iya lah, paling besar se indo. btw sekarang kesibukan mu apa?"
"aku kuliah"
"ooo agak sibuk ya"
"ya gitu lah. agak pusing juga mikir tugas kuliah, sekarang jadi sering ngopi biar gak stres"
"di kurangin lah jangan terlalu sering gak baik untuk kesehatan"
"teresa, kamu masih ingat dulu kan? habis masa SMA, kita takdir" sebenarnya jaehyuk ragu namun dirinya ingin teresa berada di hidupnya selamanya
teresa tersenyum
"jangan buru buru dulu, kita kan baru saja bertemu"
"tapi kamu masih ingat kan?"
"ingat kok"
jaehyuk lega teresa ingat janjinya dulu
tbc...
KAMU SEDANG MEMBACA
yoshi dan 9 adiknya S2
FanfictionLanjutan Kanemoto Yoshinori menyembunyikan rahasia terbesar dalam hidupnya yaitu kenangan masa lalu sebelum adik adiknya lahir Jika salah satu adiknya mengetahui rahasia yoshi, akan kah yoshi menceritakan semuanya? Atau memilih menyembunyikan walau...
