pukul 4 sahi dan yedam sampai rumah
"baru pulang?" jae liat yedam naik tangga dengan tubuh lesu
"tanya gih ke bang sahi. gua lagi capek, laper, butuh nutrisi" yedam buru buru naik tangga
jaehyuk mengerutkan dahinya
sahi berjalan dengan wajah ceria
"kira kira nih manusia satu konek gak ya kalau gua tanya" batin jae
"jam segini kok baru pulang?"
"hehehe tebak gua habis dari mana?"
rasanya jaehyuk pengen cekik adeknya
ngeselin banget
"sekolah lah"
"salah"
"kok salah"
"tebak lagi"
"dari garasi"
"salah. gak tau kan"
"dari mana emang?"
"gua habis dari rumah kotaroooo" senyum merekah terpancar diwajahnya
"ngapain?" bingung
"main kuda kudaan. bye abang jaehyukiee" sahi ninggali jae di tangga
jaehyuk masih loading
"sahi gak perjaka? berarti omongan bang ajun semalam bener dong"
.....
junkyu pov
junkyu pulang di jemput noa
di dalam mobil noa bercerita tentang lomba beberapa hari yang lalu
"waktu aku dampingi murid ku olim, aku di buat heran sama peserta sekolah elite"
"heran kenapa?"
"aku heran, semua nilainya sempurna. jenius banget. ada 1 soal sulit, dia bisa jawab cepat. murid ku aja gak bisa jawab. peserta lain ngejawab tapi salah. peserta sekolah elite cuma 1 tapi bisa mengalahkan 45 peserta. 1 tim ada 3 murid dari perwakilan sekolah. cuma sekolah elit ygtb perwakilannya 1 doang tapi bisa mengalahkan semua peserta"
"gilaaa jenius banget, btw itu sekolah adek gua"
"ooo"
"yang wakili sma ygtb siapa? jenius bngt kyk nya"
"kotaro"
"haaa?!"
"ngapa teriak sih?"
"siapa tadi?" koreksi junkyu, siapa tau kupingnya salah dengar
"kotaro. kenapa emang?"
"really?"
"iya beneran lah, dia sampe di banggakan sama mentri pendidikan. kalau lulus sekolah pasti cita cita gampang tercapai. pinternya dapet, lulusan sekolah elite, pasti dia orang kaya banget"
"sehebat itu ternyata, pantesan posisi peringkat sahi tersingkir. tapi sayang banget, kotaro miskin" batin junkyu
"bayangin beb, olim kan ujiannya susah, nah dia bisa jawab cepat tanpa catatan perhitungan. dan dia dapat 3 medali emas sekaligus. jeniusnya kebangetan. insecure gua, gua aja lulusan new york gak begitu paham sama soal ujian olim kemarin"
"hebat, 3 medali emas di perlombaan olim. susah lho soal ujiannya"
.....
junkyu tiba di rumah
junkyu melihat jaehyuk lagi duduk di lantai teras sambil ngelamun
"jaehyuk ngapain dah"
junkyu nyamperin
"jae"
jaehyuk kaget
"ehh bang ajun, ngagetin aja deh"
"ngelamunin apa? kesambet ntar"
"lu bener bang, sahi udah gak perjaka"
junkyu bingung, ia duduk di samping adeknya
"tiba tiba banget ngomong gitu"
"gua tadi tanya langsung ke sahi, dan jawabnya sama kayak yang abang ceritain"
"jaehyuk"
tubuh junkyu dan jaehyuk menegang mendengar suara abang pertama memanggilnya
"gawat kalau abang denger" batin jaehyuk
"tiba tiba nongol, pasti nguping nih si yoshit" batin junkyu
"sahi beneran gak perjaka?" yoshi tanya pada jaehyuk
jaehyuk diam gak berani ngomong apalagi bertatap mata langsung
"diam berarti benar"
"abang salah dengar paling" junkyu rada takut
"telinga gua gak budeg" yoshi masuk ke dalam
"waduh, celaka nih. ayo jae masuk" junkyu menarik tangan jae
...
sahi lagi asik rebahan
kaki di ranjang, kepala di lantai
ia sibuk baca novel
klek
yoshi melihat adiknya dalam posisi kebalik
yoshi buru buru keluar, gak jadi masuk
junkyu dan jaehyuk bingung
"kenapa gak jadi masuk?" jae
"mode absurd, gua males nanggepin jawaban aneh"
"ntar aja di tanya" junkyu
"kalau sampe sahi di bobol taro, gua bunuh taro di depan sahi" yoshi
"sampe sahi masuk rsj, lu gua laporin ke polisi, biar di penjara" junkyu
"taik lu!" yoshi
"elu yang babi" junkyu gak mau kalah
"memek anjing"
"kontol anjing"
jaehyuk capek dengerin umpatan gak jelas
mashiho keluar kamar, ngeliat ada yang adu mulut
"dua bedebah ternyata"
mashiho nyamper
mashiho narik mulut junkyu dan yoshi
"pencemaran suara!"
"maaf" yoshi junkyu
tbc...
KAMU SEDANG MEMBACA
yoshi dan 9 adiknya S2
FanfictionLanjutan Kanemoto Yoshinori menyembunyikan rahasia terbesar dalam hidupnya yaitu kenangan masa lalu sebelum adik adiknya lahir Jika salah satu adiknya mengetahui rahasia yoshi, akan kah yoshi menceritakan semuanya? Atau memilih menyembunyikan walau...
