Pagi ini kepolisian london di gemparkan dengan
mayat pria yang tergeletak di depan pintu masuk
kantor kepolisian, pria dengan kaos abu-abu
yang terkena darah. Tewas mengenaskan, dengan pergelangan tangan terpotong, hampir putus.Di samping kirinya terdapat sebuah pisau yang di
duga ia gunakan untuk memotong pergelangan
tangannya, polisi begitu yakin akan hal ini karena
tak di temukan sidik jari lain di pisau itu. Yang lebih menarik perhatian para polisi dan detektif adalah ditemukan sebuah surat dalam kantong celana korban yang berisi pernyataan, bahwa dia yang membunuh nona elizabet wanner, dikarenakan dendam."apa benar dia pembunuhnya?" tanya kate pada
anne yang tengah membaca surat kabar"tapi mengapa dia menyerahkan diri jika ahirnya
dia menghabisi nyawanya sendiri?" tanya kate
penasaran"entahlah, tapi polisi menemukan surat di
kantong celana pria itu" kata anne "oh.. mereka
mempublikasikan surat sang pembunuh itu" lanjut anne antusias"apa isi suratnya?" tanya kate
"kenapa kalian pagi-pagi ribut sekali?" tanya
ashley yang baru saja bergabung dengan ibu dan
sahabatnya di meja makan"terimakasih" kata ashley saat seorang pelayan menuangkan susu untuknya
"kita memang harus salut kepada polisi di london,
hanya dalam waktu beberapa hari. pembunuh itu
kini tertangkap" kata kate antusias ashley yang tengah meminum susunya tersedak, terbatuk hingga wajahnya menjadi merah."pelan-pelan.." bisik ibundanya di balik surat
kabar, ibunya benar-benar fokus dengan isi surat
pembunuh itu."kapan dia tertangkap?" tanya ashley yang kini
sudah berhenti terbatuk"pagi ini, tapi dalam keadaan tak bernyawa" jawab kate
"tidak bernyawa?" guman ashley
"di surat ini tertulis jika dia menyerahkan diri
karena rasa bersalah yang dapat membuatnya gila, dia berdilusi jika arwah elizabet menghantuinya dan menginginkan nyawanya" jelas anne yang sedikit bingung dengan surat itu."itu terdengar aneh" kata ashley
"ya benar" jawab kate
***
"hai dad, i miss you so bad. aku berharap kau di sini dad" bisik ashley saat mereka tiba di makam tuan tanner, dia menceritakan semua masalahnya di atas sebuah makam yang tertulisan jonson tanner.Ashley masih menangis saat ia berada di dalam
mobil ibunya."kau ada masalah, ashley?" tanya anne yang terlihat kawatir melihat putrinya
"i'm fine, mom"jawab ashley dengan senyumannya sambil mengelus tangan ibunya
"you look sad and have a lot of problem" bisik kate
"i'm totaly fine" jawab ashley sedikit kesal
"just leave me alone, i mean... sory, i feel tired" kata ashley yang kini mulai memejamkan matanya, dia merasa menyesal telah berkata sedikit kasar dengan kate
"baiklan, istirahatlah" kata kate dengan lembut
disusul senyuman anne dan belaian lembut tangan anne di kepala ashleyperjalanan kembali ke rumah cukup memakan
waktu lama. sore ini stockton di guyur hujan dengan angin yang cukup kencang, sehingga mobil hanya mampu berjalan 20 km/jam.ashley tidak tertidur dia hanya memejamkan
matanya, teringat foto pria dan surat yang ada
surat kabar tadi pagi, ashley sangat yakin jika
pria itu bukan pembunuhnya. dia hanya seorang
korban sama seperti elizabet, ashley yakin dengan
fikirannya karena ia sangat familiar dengan mata
tajam itu. sedangkan pria yang berada di foto itu tak memiliki mata setajam pembuuh itu, dan surat itu tulisannya benar-benar berbeda dengan surat yang ashley miliki.

KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE YOUR DARKSIDE
RomanceAku pernah mendegar sebuah cerita novel, wanita yang bertemu dengan pria yang memiliki dua sisi, baik dan buruk, terang dan gelap. Wanita itu jatuh cinta dengan sisi baiknya dan membenci sisi gelapnya. Apakah itu yang di namakan cinta ? Tapi itu ha...