03. Bread & Milk.

112 20 0
                                    

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

- Delv -

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

- Delv -

‧₊˚ ⋅𓂃 ִֶָ. ‧₊˚ ⋅𓂃 ִֶָ.

"Motor Lo gimana, Delv?"

Nagian menatap kedatangan Delvin dan Gabriel di salah satu meja kantin yang sudah menjadi daerah kekuasaan mereka.

"Gatau."

"Gue bantuin cari?" Tanya Nagian tanpa menatap Delvin karena Ia tengah menikmati sarapan pagi ini. Perut Nagian terasa sangat kosong, karena semalam Ia banyak minum Alcohol.

"Motor Delvin kenapa? Kok kok kok Gue ga tau ya? Jangan-jangan kalian ngumpul tanpa Gue?"

Magara cemberut.

"Badan Lakik, dikit-dikit ngambekkan." Kesal Nagi melihat wajah tertekuk Gara. Nafsu makan seketika hilang.

"Lo tanya aja langsung Gabriel yang ilangin motor Delvin." Lanjut Nagi.

"Gabriel? Jadi Gue aja yang ga tau...?" Gara semakin menekuk wajahnya.

"Gue ga mau bocorin soal."

Perkataan Gabriel berhasil menghentikkan aksi mengambek Gara.

Bocoran soal ulangan Biologi sangat penting untuk Magara. Ia harus mempertahankan kestabilan nilai Biologi karena Ia ingin masuk Jurusan Kedokteran seperti yang Ibunya harapkan.

Dan Gabriel akan membantunya, karena kelas Gabriel dan Delvin telah melaksanakan ulangan. Sedangkan kelas Gara dan Nagi dua hari lagi.

"Jangan gitu dong, MAZ IEL. Silahkan cerita ada apa dengan motor Tuan Delvin, karena percuma kalau saya nanya langsung ke Orangnya." Sindir Gara pada Delvin yang tengah fokus menyantap sarapannya.

𝗢𝗣𝗘𝗡 𝗔𝗥𝗠𝗦Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang