Thailand, O5 Februari 2024.
•••Warning for mature content.
Langit pagi Bangkok, terasa begitu cerah. Suasananya hangat sekali, mungkin itu berkat dari Tuhan untuk ulang tahun Arlee hari ini. Carrier itu bangun dengan hati yang bahagia, rasanya tidurnya sangat nyenyak tadi malam. Arlee tersenyum senang, dan meraba sampingnya "Suami.." Ujarnya, namun yang ia dapati hanyalah kekosongan dengan rasa dingin disana, bahkan bantal dan spreinya terlihat sangat rapi.
Apa tadi malam, suaminya pergi tanpa sepengetahuannya saat ia sudah terlelap nyenyak?
Ah, Arlee menampik pikiran buruknya. Mungkin suaminya itu sedang menyiapkan kejutan untuknya, jadi ia turun kebawah dan akan menanyakan pada para pelayan. "Dimana, suamiku?" Tanyanya.
"Suami anda, sudah pergi sejak pagi buta Tuan." Jawab pelayan wanita itu dengan sopan.
Hancur sudah harapannya, Arlee merasa kesal sekarang.
"Apa dia mengatakan sesuatu?"
"Tidak, bahkan mobilnya masih berada di garansi." Tangan Arlee mengepal erat, rahangnya mengeras, matanya menyala penuh amarah.
Langkah Arlee semakin gusar, lalu ia melirik para pelayannya yang membawakan kue ulang tahun untuknya. Mereka mulai menyanyikan lagu ulang tahun, tapi di telinganya terdengar sangat memuakan.
Happy birthday to you!
"DIAM! aku sangat muak mendengarkan nyanyian kalian." Arlee berteriak, membentak pelayannya.
Happy birthday, happy birthday, happy birthday to you!
Arlee semakin marah, carrier itu membentak lagi, bahkan membanting kue ulang tahunnya sendiri "Apa kalian semua tuli hah?! buang, itu menjijikan." Para pelayan menunduk ketakutan karena sang tuan begitu marah.
Anak mantan perdana menteri itu mengerang frustasi, meremas rambutnya hingga terlihat rontok di tangannya. "Vegas.." Panggilnya.
"Iya, Tuan?" Vegas buru-buru menghadap.
"Cari, suamiku."
"Suami anda tidak ada dimana pun, ponselnya bahkan tertinggal dan Tuan Edmund tidak mengendarai mobilnya."
Arlee semakin kuat meremas tangannya hingga memerah.
Hari-hari yang sudah ia tunggu gagal seketika.
•••
Edmund terlalu banyak merawat luka yang selama ini pria itu pendam, sulung Romsaithong itu tak ubahnya hanyalah seorang anak penurut yang terus ditekan oleh ambisi sang Ayah.
"Seharusnya, Ayah tidak mempercayakan semua pada anak pelayan sepertimu." Edmund berlutut dihadapan sang Ayah, tatapannya menunduk terlihat sangat kosong.
"Ayah tidak menyangka, mengurus istri lelaki saja tidak becus!" Tuan Romsaithong marah, karena sang menantu-Arlee mulai masuk pada dunia bisnis.
"Maafkan aku, Ayah."
"Memangnya Ayah baik padamu karena apa Edmund? karena adikmu tidak kompeten. Tetapi Ayah kali ini sangat terhina oleh anak pelayan sepertimu."

KAMU SEDANG MEMBACA
𝙏𝙝𝙚 𝙊𝙡𝙙 𝙀𝙫𝙚 [MILEAPO]
FanfictionPembunuhan, balas dendam, angan dan cinta. Keluarganya dibunuh dalam pembantaian satu malam, harta dan keluarga direnggut paksa oleh konglomerat nomer satu di Asia Tenggara. Balas dendam ini sudah direncanakan selama 10 tahun, dan Nattanel Khair a...