Happy reading
.
.
.
Yibo sedikit memejamkan mata nya karena ia sangat mengantuk. Bahkan beberapa kali kepala nya hampir terhantuk ke meja..
Untuk kesekian kali nya ia kembali memejamkan mata nya, pulpen yang di genggaman nya perlahan terlepas dari tangannya
'tap'
'dughh'
Sebuah tangan menopang kening nya agar tidak langsung terbentur ke meja itu
Yibo segera tersadar dan melebarkan mata nya. Kemudian ia menegakkan tubuh nya
Yibo melihat tangan Cheng yi lah yang tadi melindungi kening nya.
"Cheng yi, maafkan aku.. apa tangan mu sakit?" Ujar Yibo dengan nada bersalah. Cheng yi tersenyum
" Saya tidak apa, sebaliknya apakah kening pak Yibo sakit?"
"Aku baik-baik saja, berkat dirimu kening ku terselamatkan. Terimakasih Cheng yi"
"Tidak masalah, jika pak Yibo lelah.. istirahat lah sebentar"
"Aku akan mencuci muka ku" setelah itu Yibo pergi ke toilet untuk membasuh wajah nya agar segar.
Yibo masuk ke salah satu bilik, tapi sebelum menutup pintu nya ia melihat siluet seseorang.
Yibo jadi dilema, ia harus masuk atau tidak. Jika masuk, ia takut orang itu akan mendobrak pintu nya.
Tapi Yibo kan bisa melawan nya. Jadi Yibo memutuskan untuk masuk ke dalam bilik itu.
Dan syukurlah tidak terjadi apa-apa. Yibo menghela nafas lega lalu keluar dari bilik dan mencuci tangan nya di wastafel
Setelah itu, ia membasuh wajah nya juga. Dari pojok cermin, Yibo melihat ada sesosok bayangan hitam yang memperhatikan nya
Tanpa ba bi bu, Yibo segera berlari pergi ke arah nya. Dengan sekuat tenaga ia mengejar sosok itu, tapi ia kehilangan nya
Atau jangan-jangan itu hanya imajinasi Yibo karena terlalu lelah.
Ya mungkin.. itu bisa terjadi..
Yibo mengelengkan kepalanya lalu berbalik kembali menuju ruangannya.
Di tengah jalan, Yibo bertemu Haikuan yang sedang membawa sekotak kardus.
"Kuan Ge, biar ku bantu" Yibo hendak meraih kotak kardus yang ada di tangan Haikuan
"Tidak perlu Didi, ini berisi tumpukan kertas yang ingin Gege buang karena sudah tak terpakai. Dan ini berat sekali, biar Gege saja"
Yibo pun mengangguk mengerti. Kemudian Haikuan menurunkan kardus itu di lantai
Ia merogoh kantung jas nya dan mengeluarkan sapu tangan biru milik nya
"Didi.. wajah mu kenapa basah sekali" ucap Haikuan sambil mengelap wajah Yibo
"Aku habis membasuh wajah tadi, dan lupa mengeringkan nya hihi" Yibo tersenyum lima jari
"Dasar kau ini.. baiklah sudah selesai. Gege pergi dulu dah~" Haikuan mengantungi sapu tangan nya lagi dan pergi bersama kotak kardus itu.
Saat makan siang Zhan seperti biasa akan menemui Yibo di kantin kantor.
KAMU SEDANG MEMBACA
[Sacrifice Zhanyi✓ END]
Historia CortaBerawal dari menolong seorang tunanetra, Yibo tanpa sadar jatuh ke dalam pesona nya. Tapi ada suatu rahasia yang disembunyikan oleh orang itu. Dan disisi lain Yibo telah dijodohkan oleh orang tuanya dengan wanita bernama Xuanlu dikarenakan mereka me...
![[Sacrifice Zhanyi✓ END]](https://img.wattpad.com/cover/314145737-64-k786342.jpg)