Disclaimer: I do not own Harry Potter or any of it's ideas, themes, characters, books, movies, images, etc.
SOAP OPERA
.
.
.
"Jika kau sudah selesai bertanya tentang orang tuaku, boleh sekarang aku yang bertanya, Granger?," Hermione mengangguk, Draco menatapnya dalam, "Apa hubunganmu dengan orang bernama Andrew itu?," gatal bibir Draco menanyakan tentang itu dan jawaban Scorpius sebelumnya juga tidak membantu melegakan pikirannya.
Dahi Hermione mengerut dan dia mengerjap beberapa saat sebelum menjawab, "Apa urusanmu menanyakan itu, Malfoy?,"
"Do you like him?," raut wajah Draco berubah sendu.
"Apa itu akan mengganggumu jika aku mengatakan 'ya'?,"
"Ya," terlalu cepat Draco menjawab, tapi dia tidak punya alasan untuk merasa malu lagi, "Apa kau ingat hari terakhir kita di Hogwarts?,"
***
~Past~
~Hogwarts~
-Head Students Tower-
.
Hermione meneliti kembali kopernya, memastikan tidak ada yang terlupa atau pun tertinggal. Menghirup napas dalam, dia kemudian berdiri dan memutari kamarnya untuk kesekian kali. Ini adalah hari terakhirnya di kamar ini, hari terakhirnya sebagai ketua murid, hari terakhirnya di Hogwarts.
"Saatnya pulang, Crookshanks," ucap Hermione sambil mengelus lembut kepala kucing kesayangannya, sebelum memasukkannya ke dalam kandang.
Setelah puas menikmati moment terakhirnya di kamar, Hermione kemudian menuruni tangga dengan pelan diikuti koper dan kandang Crookshanks yang melayang di belakangnya, menuju ruang bersama ketua murid dimana dia menemukan Draco yang berdiri di tengah ruangan seperti tengah menunggunya.
"Malfoy," ucap Hermione setelah berhadapan dengan Draco. Kemudian dia mengulurkan tangannya pada Draco dan berkata, "Thank you for this year and thank you for not being the old Malfoy. I like the new Malfoy more," ujung bibir Hermione terangkat membentuk senyum yang lebih mirip seringai. Mungkin pengaruh Malfoy dalam setahun terakhir hidupnya telah sedikit banyak mengubah Hermione.
Draco menyambut tangan Hermione dan membalas senyumnya dengan senyum yang sama, "Maybe I should show more the charm of Malfoy," guraunya, kemudian mata Draco beralih ke arah tangan mereka yang bertautan, lalu kembali menatap Hermione lagi. Sambil menggenggam jemari Hermione, Draco berkata, "Granger please don't think this logically, but for this past year I have grown to like you, more and more. And not in a friends kind of way. I really like you, I do,"
Hermione diam terpaku, dia merasa pendengarannya salah menangkap perkataan Draco. Matanya berkedip beberapa saat, sebelum menjawab, "But I like you as a...friend," kata-kata Hermione terdengar mengawang. Kata-kata yang menghancurkan hati Draco.
Draco menghembuskan napas dan menggigit bibirnya, sebelum bersuara, "Setidaknya kau sudah tahu," dia melepas tangan Hermione dan menunduk menatap lantai, berusaha tersenyum. Matanya berkilau karena air mata yang tak tertumpah.
Dada Hermione berdenyut sakit. Dengan cepat tubuhnya menghambur memeluk Draco, "Malfoy...I don't want this to be complicated," ucap Hermione di dada Draco.
KAMU SEDANG MEMBACA
Soap Opera
FanfictionHermione and Draco are just two broken pieces glued together by a string called fate. Is it a blessing or a curse? What kind of soap opera is this?
