04

755 73 6
                                        

Happy reading
.
.
.

"Ayah..."

"Bangun..."

"Ayah..."

Asean terganggu dengan panggilan itu yang terus menerus di ucapkan, serta tepukan kecil di pipi nya yang amat mengganggu

"Hmm"

Tapi jiwa mager untuk bangun berkobar di dalam dirinya

"Ayah banguunnn!"

Asean mengalah, ia bangun. Dan berhasil memadamkan jiwa mager nya

"Hm? Ada apa?"
Nyawanya masih setengah terkumpul

"Ayah nggak kerja?"

Sontak mata Asean terbuka dalam waktu singkat, lalu segera mengecek jam digital yang ada di atas laci samping ranjang nya

"Ck, ini masih pagi" gumam Asean

"Indo haus"
Mendengar pengakuan Indonesia, Asean menatap bocah tersebut dan menghela napas pelan

Tanpa menjawab ia segera turun dari ranjang dan mengulurkan tangan nya kepada Indonesia

"Ayo bangun"

Seperti nya Indonesia sudah bangun dari tadi, lihat lah dia. Begitu semangat nya ia bangun dari ranjang dan menyambar ke pelukan Asean minta di pangku

Asean terkekeh pelan dan mengacak surai anak itu dengan penuh rasa gemas karena kelakuan nya

.

.

"Kau duduk dulu disini, aku akan membawakan air minum untukmu"
Indonesia mengangguk lalu segera duduk manis di kursi ruang makan

Tak membutuh kan waktu lama, Asean datang dengan segelas air

Indonesia menerima air tersebut, lalu segera meminum nya dengan rakus. Ia benar benar kehausan. Karena mendengar suara dengkuran halus di samping, lantas Indo menoleh ke arah kursi sebelah

Ternyata itu adalah Asean yang sedang menelungkupkan wajah nya di meja, ia kembali tertidur

Suara helaan napas pelan lolos dari mulut indonesia

"Bobo yang nyenyak ya, ayah" ucap Indonesia seraya mengelus surai Asean

Dengan hati hati Indo turun dari kursi dan berjalan meninggal kan Asean sendirian di meja makan. Ia ingin menonton televisi

Tanpa di sadari, Asean sama sekali tak tidur. Tapi ia hanya pura pura sedang tidur. Dan dirinya tau bahwa Indonesia telah mengusap surai nya tadi

.

.

"Apa yang sedang kau lakukan?!"

Indonesia menoleh ke belakang saat mendengar seruan pria dewasa, yang memakai piyama berwarna senada dengan dirinya tengah berdecak pinggang sambil menatap kearah nya dengan tatapan tajam

Father (AU)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang