28

547 42 22
                                        

Happy reading

.

.

.

Tak disangka, acara yang EU selenggarakan ini ternyata ada sesi dansanya juga? Alunan melodi hampir membuat semua orang terhanyut membawa pasangan ke tengah acara untuk menunjukan bakat terpendam mereka. Jujur Asean kesal karena tidak memiliki partner dansa, bahkan jika ini memaksa ia akan mengajak Seato saja yang pasti bersedia menemaninya. Namun dari tadi batang hidung nya saja tak kunjung terlihat, entah kemana ia pergi dan membuat Asean agak menyesal karena terlalu membebaskan nya berkeliaran.

Tapi ini acara non formal, Seato juga berhak menikmati pesta tanpa terbebani oleh nya. Cukup melihat para tamu yang berdansa saja sudah menghibur, Asean juga malas untuk selalu menurut pada sesi acara tuan rumah ini. Singkatnya Asean tidak bisa berdansa. Memalukan memang.

Saat ingin menyesap kembali just kesukaannya secara mengejutkan gelas menghilang dari genggaman karena direbut oleh seseorang, ingin kesal namun ketika melihat siapa yang telah berbuat jahil padanya Asean malah diam mematung.

"Kenapa diam disini? Tidak punya partner untung berdansa?" Asean melotot ketika just yang sedang ia minum diteguk habis oleh pria kurang ajar ini.

"Jangan menggangguku, urus saja para tamu undangan yang sibuk memberimu ucapan selamat. Aku ingin sendiri" cukup kesal juga Asean melihat senyuman penuh arti EU ketika memandanginya.

"Jangan kesal begitu, biar aku saja yang menjadi partner dansamu" sikap genit ini yang Asean tidak suka dari EU, dengan lancang mencium punggung tangannya lalu menggiring dirinya untuk berdiri ketengah acara.

"Tunggu! Aku tidak mau-" penolakan yang sia sia, Asean tersenyum kikuk ketika atensi utama semua orang mengarah pada mereka berdua disaat alunan melodi berhenti karena waktunya untuk bertukar pasangan.

"Kau membuatku malu, sudah kubilang aku tidak mau!" Asean berbisik dengan nada menekan kesal mampus, apalagi tangannya telah dituntun untuk berpegangan karena dansa ronde dua akan kembali dimulai.

"Kenapa menolak? Ini hanya dansa. Jangan bilang kau tidak bisa melakukannya?" Ejek EU saat Asean memalingkan muka dengan halis berkedut kesal, semu pink di pipi juga menandakan bahwa tebakannya tadi tidaklah salah.

"Tenang saja, gerakan dansa yang kulakukan tidak akan rumit" EU keheranan melihat pelipis Asean sudah dibanjiri keringat dengan telapak tangan yang lembap, ia dapat merasakannya. Sangat tahu bahwa Asean pasti sedang gugup.

"Jangan lupa untuk bernapas" bukannya merasa tenang namun bisikan tadi malah semakin membuatnya tidak sudi jika harus memandangi wajah orang dihadapannya ini.

Meski begitu Asean tetap menurut, saking gugupnya ia memang hampir lupa bagaimana caranya bernapas dengan benar. Ingin sekali menginjak kaki EU ketika secara lancang menguatkan rangkulan yang ada di pinggang. Asean tidak suka orang Eropa ini, setelah dansa selesai Asean bersumpah tidak mau berpapasan dengannya lagi.

"Kau tidak mau mengucapkan selamat untukku? Dari tadi aku diam menunggumu mengatakan itu" memang benar kedatanganya disini hanya untuk mengucapkan selamat, bagaimana bisa tujuan utama itu terlupakan oleh Asean?

"Oh tentu, selamat atas berdirinya perusahaan mu yang ke 33 tahun ini. Semoga kebahagiaan selalu ada padamu" terdengar tidak ikhlas namun EU senang karena Asean jadi lebih banyak menurut ketika ditempat umum.

"Terimakasih. Dan aku juga baru tahu kau terlalu cupu untuk meminum wine" dia penguntit? Asean semakin tidak suka dengan orang yang terlalu kepo akan dirinya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 11, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Father (AU)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang