Gak Nemu lagu yang cocok nih...
Cari sendiri aja yaa, kalian harus mandiri.
Happy reading
.
.
.
Pembelajaran baru saja usai, sang guru telah diantarkan ke gerbang rumah dan ikut menunggu hingga jemputan nya datang. Ini termasuk etika dalam bersopan santun tuan rumah ketika tamu pulang. Kini Indonesia dan Singapore sedang berbenah membereskan buku untuk disimpan kembali ke kamar nya masing masing. Baru saja berdiri mengangkat barang Singapore terheran melihat kakaknya berjalan agak pincang menaiki tangga.
"Kak??"
Baru setengah tangga dilewati pandangan Indonesia langsung berpaling kebelakang.
"Iya? Ada apa?"
Melihat raut wajah kakaknya biasa saja dan tidak menunjukan respon kesakitan lantas dahi Singapore seketika berkerut heran.
"....Gak deh, gak jadi" gelengan pelan menyertakan ucapan nya.
"Hm? Jangan iseng ah" Indonesia sedikit kesal dan kembali berjalan seperti biasa karena ingin segera menaruh barang yang berat nya tiada tara.g. Dia cuma mager aja.
Singapore kembali membatin, apa karena matanya yang rabun dia jadi salah lihat ya? Omong omong soal rabun ia lupa belum mengeluhkan nya pada sang Ayah. Tidak ada waktu untuk mengobrol banyak karena jadwal pekerjaan Asean Minggu ini terasa agak padat, mungkin lain kali.
Setelah menaruh barang hasil pembelajaran tadi kini kedua anak hampir sama identik nya sedang bersantai diruang keluarga, memanjakan mata dengan menonton kartun seperti biasa. Indonesia datang dari dapur membawa banyak camilan dan 2 susu kotak dingin. Singapore tentu berterimakasih karena telah tolong dibawakan camilan tanpa diminta. Namun pandangan nya kembali heran ketika melihat Indonesia dengan hati hati duduk di kursi seperti menahan sakit.
"Kakak ini kenapa sih?"
"Huh? Kenapa apa nya?"
Keraguan untuk bertanya pun hadir disaat raut wajah kesakitan nya sirna.
"... Ayah sekarang pulang lebih awal, katanya sih mau ngajak kita main sambil belajar"
"Main? Memang nya belajar apa?"
"Berkuda"
Singapore semakin yakin, ada yang aneh dengan kakak nya. Dalam respon wajah memang tidak dapat berbohong, Indonesia seperti keberatan dan ingin segera menimpal ucapannya dengan alasan lain. Dia menghindari aktivitas berat dan lebih banyak menghabiskan waktu dikamar atau dirumah, tidak seperti biasanya kan? Karena Indonesia tipikal anak yang mudah jenuh.
Puk!!
"Kak... Kalau memang ada masalah ceritain-"
Pats!!
Tangan yang ditepis membuat Singapore terdiam, suara ringisan pelan terdengar sambil memegang sebelah bahu yang baru ia tepuk. Indonesia kesakitan?
KAMU SEDANG MEMBACA
Father (AU)
General FictionSuatu kejadian tak terduga yang menimpa seorang pemuda, dimana dirinya harus berperan sebagai seorang ayah atas dasar kesalah pahaman. Mengisahkan dirinya yang sedang belajar menjadi single parent dadakan dengan hanya memiliki 1 anak angkat saja? Se...
