I want you to read this slowly and with feeling
_______________________
🦦
"Wan-
"Kalo gak siap ayo pulang ke kosan."
Dino menghela napas,remaja laki-laki itu menggelengkan kepalanya dan menarik jaket yang Wawan pakai.
"Ayo,gue mau ketemu ibu sama Arbi."
"Lo serius No?"
"Lo liat muka gue kayak bercanda emang?"
Wawan terkekeh. "Tukang ngibul sih lo kayak si Bule."
"Brengsek gue juga yang kena!"
Wawan dan Dino tertawa dan merangkul Samuel yang berdiri di tengah-tengah mereka. Sesuai yang di bilang Dino minggu lalu,dia memang benar datang ke rumahnya di temani Wawan dan Samuel.
Rumah besar bernuansa klasik ini adalah rumah peninggalan almarhum Ayah Dino. Lagi-lagi Dino menghela napas sebelum menggeser gerbang dan masuk ke dalam teras rumahnya. Gak banyak yang berubah sepengelihatan Dino,masih tetap ada kolam ikan koi Ayahnya,walau dia gak tau apa kolam itu masih ada ikan. Pohon kelengkeng yang dulu dia tanam bareng adik dan ayahnya udah timbuh besar dan berbuah.
"ABANGG!!"
Dino tersenyum ngeliat anak laki-laki berusia 16 tahun lari ke arahnya. Itu Arbi,adik Dino. Dia meluk Arbi dan ngusuk rambut hitam legam adiknya.
"Makin gede aja lu cil.perasaan dulu masih segede biji sawi."
Arbi ngelepas pelukanya abangnya."Yamasa gue sebetis lu terus bang." Dia ngintip ke belakang Dino dan senyum ramah ke Wawan dan Samuel.
"Ajak masuk temen lu bang. Ibu di dapur lagi masak."
Dino ngelihat sekeliling rumah. "Om Yuda di rumah?"
Arbi menganggukan kepalanya. "Papa di halaman belakang."
Wawan maju selangkah dan nepuk bahu adiknya. "Ayo,gue mau ketemu ibu lo."
Arbi narik tangan Dino dengan tergesa gesa diikuti Wawan dan Samuel yang mengekor dari belakang. Napas Dino tercekat waktu memasuki rumahnya sendiri,harum rumah ini gak berubah waktu terakhir kali dia ninggalkannya,masih ada harum Ayah.
Langkah Dino berhenti di bingkai foto yang tercetak figura laki-laki paruh baya yang duduk di temani dua putra kecilnya.
"Abang udah ke rumah Ayah?" Tanya Arbi.
Dino noleh ke kanan. "Belum,mungkin nanti sehabis pulang dari sini."
"Gak mau nginep aja?"
Dino menggengkan kepalanya. "Abang besok masih harus tetap di kosan dulu."
Ada guratan kecewa dari wajah Arbi,tapi anak laki-laki itu cuma bisa senyum tipis nanggapi ucapan sang kakak.
"Dino..."
"Ibu.."
Dino menyambut pelukan dari ibunya yang udah lama gak dia rasakan. "Ibu sehat?"
Sinta melepaskan pelukan Dino dan mengusap wajah putra sulungnya. "Sehat,Ibu kangen sama kamu. Kenapa baru pulang sekarang? Gak sayang ibu lagi hmm?"
"Maaf Dino baru sempet pulang. Ini temen-temen Dino bu,Bang Wawan sama Samuel."
Sinta tersenyum ramah dan mengiring ketiga anak laki-laki itu ke sofa. "Buka di sini aja ya, ibu bikin es kuwut sama Risol."
Wawan yang denger kata Risol langsung ngangguk semangat sebelum lengannya di pukul sama Samuel.
"Malu ege,risol mulu pikiran lo." Bisik Samuel.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE DARSO SQUAD [Seventeen]
HumorCuma mereka yang tahu gimana tawa, tangis, emosi dan bahagia di rumah Abah Darso.
![THE DARSO SQUAD [Seventeen]](https://img.wattpad.com/cover/353767091-64-k114321.jpg)