🦌🐈⬛🐯🐻❄️
Samuel menghela napas. Napas dalem banget itu yang dia keluarin, udah kayak orang pasrah.
Masalahnya sekarang di rumah ini nyisah dia sama tiga abangnya. Ya gak masalah, setidaknya dia gak sendirian bakal planga plongo doang. Tapi, ya tuhan.
"Baek sikit kau Husen!"
"Mengincak aje dari tadi budak nih!"
Udah ketebak?
Yak bentul, benar dan betul. Itu Joshua, Danu sama Husein. Tau kan kenapa alasan Samuel narik napas dalem?
"Abang." Panggil Samuel.
Danu menghentikan aksi nya yang mau ngejitak jidat Husein karna doi kalah main game.
"Samuel!! Tolong gue di zholimi Sam!!"
Samuel ngibaskan tangannya, terus duduk di sebelah Joshua dan lanjut nontonin Danu sama Husein yang geplak geplakan.
"Kenapa Le?" Tanya Joshua.
"Laper bang, masak kek. Bang Hesa pagi tadi kan cuma masak nasi goreng doang."
"Itu bolu di kulkas kan bisa di makan."
"Bolu dari jaman kapan coba itu di kulkas. Ogah ah, mati ntar gue."
Danu berseru heboh setelah berhasil memenangkan permainan ular tangga. "Dua puluh ribu! Dua puluh ribu!" Tangannya di sodorkan ke Joshua sama Husein.
Husein mutar bolamatanya malas dan ngeluarin uang dari kantong celana pendeknya. "Udah lah jadi tukang palak aja kau, Nu."
"Dua puluh woi! Mana lima belas lagi?!"
Joshua narik jambang Danu. "Ku jual dulu sini kau! udah di bilang gak ada duet pakek taruhan pulak"
"Basel lah bang, kau pun iya kan juga tadi." Danu rebahan di lantai sambil ngusap rambutnya yang di jambak Joshua tadi. "La kalah tuh sudah, abang raja kasih tutor mau?" Lanjutnya dengan tengil.
Samuel ketawa. "Ahahaha! Lo ngajarin anak orang ngaji tapi lo suka judi gimana ceritanya bang?"
"Weh lo gak tau dia jaman SMA gimana, Le." Kata Husein.
"Gimana bang?"
"Tiap malam main billiard masang seratus ribu."
"Menang?"
Danu ketawa sambil mukul dadanya sendiri bangga. "Win lah bos."
"Anjay keren!"
Joshua geleng kepala dan mukul bahu Samuel pake bantal harimau belel Husein. "Jangan kau ikutin kelakuan biadab dia pulak."
"Kan cuma pengen tau aja bang." Terus Samuel ikutan rebahan di sebelah Danu.
"Amal ibadah sama maksiat balence, Le. Tapi jangan deh lu ikutin. Gue juga udah jarang masang taruhan, ini karna kepepet aja e kan Sen?" Danu nendang kaki Husein.
"Hah? Hooh." Sahut Husein.
Danu bangun dengan semangat dan ngibaskan duit di tangannya yang gak seberapa itu, dua puluh lima ribu doang:)
"Ayok keluar kita! Mumpung banyak uang aku."
"Mau kau belikan apa? Kalo makanan tak ye, Ji." Kata Husen.
"Kek biasa, ini beli barang. Uang halal ku nanti yang dibelikan makanan."
"GAS BANG!"
🐱⚔️🐸
KAMU SEDANG MEMBACA
THE DARSO SQUAD [Seventeen]
HumorCuma mereka yang tahu gimana tawa, tangis, emosi dan bahagia di rumah Abah Darso.
![THE DARSO SQUAD [Seventeen]](https://img.wattpad.com/cover/353767091-64-k114321.jpg)