💎
"Yang putus Wisnu napa elu yang lemes?"
Husein ngelempar benda kramat Joshua. Bisa tebak? Yak betul! Garukang punggung. Itu barang Husein lempar dan pas banget ngenain perut Juna sampai bikin empunya meringis.
"Anjing!"
"Elu anjing!"
Ngomong sama Husein kalo gak anjing anjingan berasa ada yang kurang. Tapi beneran itu muka Husein lemes banget. Setelah kemarin malam Wisnu sampai rumah dengan keadaan lecet ditambah raut wajah Wisnu yang nyedihin, hal itu bikin Husein sebagai 'konco kentel' Wisnu ikutan sedih.
Ditambah lagi Julian gak ngasih anak-anak rumah nemuin Wisnu sampai keadaan hatinya si abang sedikit membaik, Husein yang temen sekamarnya aja sampai Julian gusur dulu ke kamar Juna. Apa gak tambah merana.
"Gue kasian sama boncel." Kata Husein yang lagi rebahan di kasur Juna, tapi kepalanya ngegantung di pinggiran kasur.
"Semuanya juga sedih kalik, pit," Juna ngelempar pena ke arah Husein. "Benerin gak tidur lu!"
Husein manyun dan malah turun rebahan di lantai. "Putus doang bisa bikin Wisnu kesetanan gitu. Seberat apa sih masalahnya?"
"Lo temen sekamar nya aja gak tau, kelewatan emang." Kata Juna sambil geleng kepala.
"Ndak gitu Juna, Baa caro den tahu?! Boncel dak cerita dia samo aden." as always dengan Indomi:)
Juna berdecak dan ikut rebahan di sebelah Husein setelah selesai beresin buku-bukunya. Husein langsung ngegeser Juna yang mau ikutan tidur tepat di bawah ac.
"Monyet lu!" Juna ngegeplak wajah Husein. "Harusnya lo kepoin lah njing! Lu kan demen begitu. Bigos!"
Husein nyengir. "Gua takut di kunyah sama Wisnu. Kalo habis berantem di hp sama Hana bawaanya angker."
"Mulut lu angker! Udah sono dah keluar! Gue mau tidur."
"Terus gua harus kemana Juned?! Kan acu gak ada kamar." Husein narik-narik kaos yang di pakai Juna sambil masang muka imut yang pengen banget Juna lempar pake angkot.
"Najis lu! Keluar cep-
"BANG TOLONGINN!!"
Juna dan Husein saling tatap persekian detik dan langsung berdiri lari keluar kamar menuju sumber suara teriakan Mahesa.
"Astaga!"
Juna mendelik ngelihat Wisnu yang mengamuk dan di tangannya ada sendok garpu yang lagi dicoba rebut paksa sama Joshua.
Di kamar Wisnu udah ada Samuel, Danu dan Joshua yang lagi nahan badan Wisnu. Di susul oleh penghuni lainnya yang juga langsung masuk nerobos kamar.
"Astagfirullahalazim Wisnu!" Teriak Ryan.
"GUE MAU MATI!"
"Bang istighfar bang!" Diko pun turut serta menahan badan Wisnu yang terus meronta.
"Bantuin rebut garpunya bangsat!" Teriak Joshua, dia kewalahan ngelepas cengkraman kuat jari-jari Wisnu yang genggam garpu itu.
Wisnu makin kesetanan dan justru garpu di tangannya malah sengaja ia gerakan secara brutal sampai lengan Samuel yang ikut nahan badannya ikut tergores.
"LEPASIN GUE ANJING GUE MAU MATI!"
BUGH!!
"..."
Hening sesaat, semua mata natap Husein yang napasny naik turun dengan tangan yang mengepal setelah meninju wajah Wisnu.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE DARSO SQUAD [Seventeen]
HumorCuma mereka yang tahu gimana tawa, tangis, emosi dan bahagia di rumah Abah Darso.
![THE DARSO SQUAD [Seventeen]](https://img.wattpad.com/cover/353767091-64-k114321.jpg)