🐈⬛🍚🐱🐯
"Beda kan?"
"Apanya?"
"Ya itu si China,"
"Itu lah sebab bodoh dipelihara."
Wisnu noleh ke Danu dan ketawa denger ceplosan laki-laki melayu itu, orangnya malah santai nyemilin mie sakura mentah yang dia ambil dari kamar Dino.
"Korelasinya apa jir?!" Kata Wisnu.
Husein yang lesehan di bawah mereka geleng kepala. "Kau ni tak berakal Nu, teman lagi sedih itu harusnya lo hibur."
"Tau dari mana lo kalo Juned sedih?" Tanya Danu.
Husein ngerebut mie yang ada di tangan Danu dan dia lahap. "ihh gak lihat kau igs nya Juna?"
Danu diem, terus persekian detik dia ngambil hp-Nya di kantong celana dan ngebuka aplikasi instagram. Danu nyari user name Juna dan waktu Danu lihat gak ada tuh Juna masang instastory.
"Gak ada di aku, lo liat Cel igs nya si cina?"
Wisnu ngangguk sambil ngunyah es. "Liat, di tempat lo gak ada emang?" Tanya Wisnu.
"Gak ada," Danu ngasih tunjuk hp-Nya. "Bujang! di hide nya aku sama Juned!"
Husein sama Wisnu kompak ketawa, muka Danu udah sebel banget karna dia gak bisa lihat instastory punya Juna. Jadi mana tau dia up date terkini temen geludnya itu!
Mereka bertiga ini lagi di pintu belakang yang ngarah langsung ke kebun mini punya Juna. Ngapain? Kata Husein sih analisis gerak gerik Juna yang dua hari belakangan ini aneh menurutnya.
Terbukti akhir-akhir ini Juna lebih sering di kebun belakang, ngobrol sama tanemannya, kalau diajak nongki alesannya lemes, diajak mancing katanya lemes, diajak gangguin anjingnya pak Jhon katanya lemes. Semua serba lemes udah kayak tumis kangkung!
Husein mah sebel karna partners in crime-Nya kurang satu, biasanya kan bertiga. Sebenarnya Husein belum ada nanya si Juna kenapa, tapi kata Wisnu sama Danu mungkin Juna lagi capek aja karna kuliahnya lagi padet.
Tapi aneh, Juna gak biasanya kayak gini.
"Dia begitu sejak kapan sih?" Tanya Wisnu yang udah ikutan duduk di sebelah Husein.
Husein ngelirik Wisnu. "Udah empat hari sama ini." Terus Husein ngambil sandal yang ada di depan pintu. "Diem-diem gitu nanti mau bunuh diri pulak takutnya."
"Anjing lu! Gak usah diingetin!" Decak Wisnu sebal.
Husein ketawa dan ngerangkul Wisnu. "Ahahah! Enggak loh Cel, cees kita."
Danu jongkok dan ngedorong Husein sampe empunya hampir nyusruk ke depan karna Danu kekuatan ngedorongnya.
"Mato ang Danu! Ndak nampak den di muko ko ha?"
Danu nyengir. "Eh sorry sorry! Geser dikit kau Pit makanya."
"Geser kemana lagi aku Danu?!"
"Yok gelud, gue jadi wasit." Kata Wisnu. Enak banget ngomporin mereka berdua.
Danu berdecak terus narik Husein dan di kecup ubun-ubun temen sejak kecilnya itu. "Iyo maaf, ndak sengaja den do."
"Bangsat lo berdua!" Geli Wisnu ngelihatin adegan gak terduga barusan.
Danu ketawa kenceng terus berdiri dan keluar makai sandal. Mau nyamperin Juna yang lagi duduk di deket tamannya.
"Eh tungguin Nu!"
Danu ngangkat bahunya acuh dan terus jalan nyamperin Juna. Husein sama Wisnu ngikutin dari belakang. Sampai di sebelah Juna, Danu duduk dan diem. Juna noleh ke Danu yang rambutnya masih jabrik gak beraturan sore ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE DARSO SQUAD [Seventeen]
HumorCuma mereka yang tahu gimana tawa, tangis, emosi dan bahagia di rumah Abah Darso.
![THE DARSO SQUAD [Seventeen]](https://img.wattpad.com/cover/353767091-64-k114321.jpg)