‼️🔞
Dimohon bijak dalam membaca. Bocil dilarang mendekat. Me masih amatir🙏🏼🙏🏼
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
///————///
Malam yang begitu bising, hirup piruk jalan ramai kendaraan dari segara penjuru. Sedang waktu sudah menunjukan waktu jam 12.00 malam. New york. Kota ternama itu sudah terkenal sebagai kiblatnya fashion. Menjadi daya tarik banyak model ternama juga disana.
Disalah satu apartement dua sejoli tengah sibuk memagut bibir satu sama lain. Pria itu semakin bergairah. Memagut menyalurkan hasratnya dengan memperdalam pagutan bibir keduanya membuat gadis itu cukup kewalahan.
Saat dirasa sudah tidak ada oksigen tersisa gadis itu menepuk dada pria didepannya dengan cepat. Hingga pagutan itu terlebas. Namun tak tinggal diam. Ia gencar mencecap dagu hingga leher jenjang gadis didepannya sampai meninggalkan jejak gigitan menghasilkan kelenjar yang tak tertahankan
"Ahh."akhirnya desahan itu terdengar.
Kembali dipagut bibir itu dengan tergesa dan segera memindahkan gadis itu dengan cara digedong seperti koala menuju kamar. Meninggalkan meja bar di apartement itu yang sudah berantakan oleh gelas dan minuman sejenis wine dan sebagainya.
Menjatuhkan tubuh keduanya di kasur queen size tanpa melepas pagutan keduanya. Meraba perut rata menggelitik gadis manis yang bibirnya masih senantiasa dipagutnya. Lidahnya menari-nari menarik bahkan entah liur milik siapa yang mengalir didagu gadis itu.
"Eumm ahh..op..oppahh" desahnya saat pria itu gencar menciumnya dari dagu dan mengulum menggoda telinganya juga tangan yang entah sudah merayap dan membuka hingga kedua payudara yang masi terbungkus bra terlihat. Meremas keduanya dengan gemas.
"Akh.. sa-sakithh ajh" lenguhnya saat tanpa sengaja salah satu payudaranya tergigit.
Tangan satunya sudah turun kebawah. Mengusap kewanitaan yang masih terbungkus dalaman dengan warna senada. Namun sulit melihat dengan jelas saat sekitar tak ada penerangan. Hanya lampu di pojok tempat tidurnya saja.
Ditekannya kewanitaan itu. "Akhh ahh..." pria itu bersmirk saat melihat lawan mainnya sudah begitu basah dibawah kendalinya. Wajah rupawan itu bermain dibawah mengobak abik disana . Bahkan belum ada yang pernah memainkannnya.
"Ouh you so weath beb" ucapnya disamping telinga si gadis sembari menggoda si gadis.
"ouhh akhh ajh opp—ahhhhh" desahnya kembali saat merasakan sesuatu memasukinya dibawah, membuat bunyi nafas gadis itu yang masih terdengar lelah terlihat jelas.
Pria itu langsung turun dan melepas semua bajunya sampai tak tersisa. Begitupun ia segera melepas baju gadis itu saat ia sudah tak mampu bergerak saking lemasnya.
Ditekuknya kedua kaki gadis itu dan ia berada diantaranya. Mendekatkan tubuhnya kembali sembari kembali mengajak bibir itu bertemu. Memagut membuat gadis itu kembali menikmati pagutan itu.
Tangan satunya meremas-remas payudara yang pas digenggamannya itu sedang satunya lagi fokus kegiatan dibawah. 3 kali percobaan hingga akhirnya "akh hikss.. sa- "syuttt."cegatnya kembali memagut bibir itu. Dan berusaha mengalihkan perih gadis itu dengan kembali memagut bibir gadis itu.
Hingga dirasa gadis akh maksudnya wanitanya sudah tak merengek kesakitan ia mulai bergerak pelan memompa meski kesulitan.
Hingga beberapa waktu berlalu keduanya sudah berisik saat wanitanya sudah mendesah dan ia menumbuknya dengan cepat. "Ahh ahh ahhh oppahh ahh" desahnya sedang pria itu begitu bergairah sembari mendesah kecil disamping telinga wanita tercintanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
FOR YOU
FanfictionLangkah kaki itu kian melemah. Melihat gadis yang begitu dicintanya kini tengah diam didepan sana. Melihat kearahnya dengan tatapan penuh luka. Wajah ayunya terlihat menyedihkan. Begitupun ia. Keduanya sama-sama terluka. "Lisa-aa ..hiks a..aku ti...
