Hari demi hari sudah ia lalui dengan berdiam diri di rumah sakit. Mematuhi segala perintah dokternya karena enggan juga mendengar celoteh amarahnya. Padahal setaunya gadis itu cukup cuek diluaran sana.
Seperti pada rekan dokternya. Kerap ia melihat gadis itu yang menyantap makan siangnya sendiri. Bahkan saat beberapa rekan dokter terutama dokter tinggi bermarga "oh" itu. Sering sekali terlihat seperti berusaha mendekatinya.
Ia sudah langsung bisa menyimpulkan jika pria itu menyukai dokter yang merawatnya itu. Jujur pemandangan seperti didepannya yang tengah ia saksikan cukup mengganggunya. Ia masih memandang dengan wajah datarnya.
Melihat gadis itu yang menolak dengan halus saat dokter yang akrab dipanggil "sehun" itu mencoba memberikan susu pisang padanya.
Ia sudah tak tahan. Segera berdiri tepat disamping meja yang tengah diduduki kedua dokter itu menimbulkan tanya keduanya. Tapi Jungkook tak peduli. Ia langsung merebut botol minuman susu pisang dari pria jakun yang masih duduk itu dengan paksa dan meminumnya sampai tandas.
Sontak hal itu membuat kerutan di dahi sehun semakin menjadi.
"Maaf tapi kenapa kau meminum minumanku dan ... menghabiskannya?" Tanyanya sedang pria jeon itu tak membalas justru langsung menarik pergelangan tangan lisa hingga gadis itu berdiri dari duduknya berniat membawanya pergi.
Sebelum tangannya kembali dicegat kembali oleh sehun. Ia kembali menghadap pada pria yang tingginya hampir sama dengannya. Tinggian oh Sehun tentunya😅.
Pegangannya pada pergelangan lisa masih belum dilepasnya begitupun pegangan sehun seperti mencegah kepergiannya. Hal itu menbuat ketiganya jadi pusat perhatian.
"Ada perlu apa kau dengan Lisa? Bukannya ini waktu istirahat?" Tanyanya
"Ya. Tapi ada hal yang perlu aku katakan pada dokterku mengenai kondisiku. Bukankah aku harus melaporkan setiap kondisi tubuhku apapun yang kurasakan pada dokterku sendiri tanpa merahasiakannya?" Terangnya.
"Sudahlah dokter sehun tidak perlu berdepat. Aku cukup malu jadi pusat perhatian di sini. Dan Jeon Jungkook-shi. Sebaiknya kau lepaskan tanganku. Aku bisa berjalan sendiri tanpa harus digandeng-gandeng" terang lisa menghentikan perseteruan ini agar tidak semakin panjang.
Dan disinilah keduanya berada. Bukan diruangan Jungkook. Tapi diruangan lisa. Gadis itu masuk terlebih dahulu dan disusul Jungkook. Pria itu mengunci pintu.
Yang sontak membuat Lisa menoleh kebelakang. "Apa yang kau lakukan?" Tanyanya. Sedang Jungkook dengan santainya berjalan mendekat pada lisa. Berdiri tepat didepannya.
Kini kedua pasang mata itu saling memandang. Entah sejak kapan. Jantung itu terus berdetak tak beraturan saat berdekatan dengan dokter cantiknya ini. Wajah ayunya terus menghiasi bayang-bayangnya.
Ia sadar. Ia tahu betul apa maksud dari semua perubahan ini.
"Bukanya sudah kukatakan bahwa aku akan mengatakan semua apa yang aku rasakan pada dokterku?" Ucapnya tenang.
Lisa masih terdiam. Mendengarkan tutur kata pria itu.
Sedikit melirik nama yang ada di meja kerja dokternya mengeja nama gadis itu dengan jelas "Song Lalisa Manoban" ejanya dan kembali menatap mata hazel yang begitu meneduhkan hatinya. Juga berhasil memporak porandakan hatinya.
" ada yang tidak beres dengan hatiku bu dokter" ucapnya seperti mengadu. Sedang lisa mulai memasang wajah bingungnya "maksudmu?"
"Hatiku sakit." Ucapnya kembali membuat lisa panik. "Tunggu, setahuku kau tidak ada masalah dengan organ hatimu. Cek medismu sudah mendingan bahkan menunjukan kemajuan yang cukup baik." Ucap gadis itu sembari berbalik mengambil buku medis rekap pasiennya.
KAMU SEDANG MEMBACA
FOR YOU
FanfictionLangkah kaki itu kian melemah. Melihat gadis yang begitu dicintanya kini tengah diam didepan sana. Melihat kearahnya dengan tatapan penuh luka. Wajah ayunya terlihat menyedihkan. Begitupun ia. Keduanya sama-sama terluka. "Lisa-aa ..hiks a..aku ti...
