KILLING💢

134 7 0
                                        

"Jeon bisa lepaskan sebentar pelukanmu?" Pinta lisa saat gadis itu tengah menyiapkan makan malam keduanya. Tapi jungkook terus menempel padanya.

"Aku hanya takut kamu akan kabur lagi" balas jungkook. Lisa yang mendengar sontak melepas paksa pelukan suaminya di perutnya dan berbalik jadi berhadapan dengan prianya itu.

Mengangkat telapak tangan kanannya dan menunjuk cincin yang tersemat di jari manisnya.

"Bahkan jika aku kabur kau berhasil mengikatku resmi dimata negara juga Tuhan Jeon." Ucapnya sontak menampilkan senyum di wajah Jungkook.

"Kau benar. Tapi aku tak mengijinkanmu untuk pergi jauh dariku Lalisa, kau tau itu." ucap Jeon sembari mencuri ciuman dari bibir plum ratunya ini.

"Arra. Tapi kumohon hentikan. Aku lapar jadi jika kau terus menggangguku bukanya aku kenyang bisa-bisa kau membunuhku dengan rasa lapar ini." ucap lisa. Sedang Jungkook hanya melempar senyum gemas dengan wanita didepannya ini.

"Mian sayang. Okay sekarang aku akan mengalah, aku tak mau dirimu tambah kelaparan. Silakan lanjutkan memasaknya sayang." Ucap Jeon sembari mulai duduk di kursi dekat pantry kichen sembari melihat istrinya yang mulai kembali sibuk dengan peralatan dapurnya.

Kini lisa kembali sibuk dengan peralatan dapur dan bahan masakannya. Sedang Jungkook? sepertinya pria ini benar-benar tidak memiliki kesibukan lainnya selain memandangi istri tercintanya.

Hingga dering ponselnya mengalihkan perhatiannya sesaat. Dilihat pesan masuk dari asisten kepercayaannya. Sembari melihat ke arah Lisa sesekali ia membaca isi pesannya.

Ia perlahan bangun dari duduknya dan menelepon asistennya sembari berjalan meninggalkan area dapur.

"Kau yakin? dapat dari mana informasi ini?" ucapnya dengan orang di seberang sana. wajahnya menjadi serius.

"Siapkan semuanya Sam. Aku akan sampai dalam satu jam." Ucapnya dan mengakhiri panggilan itu. Bertepatan dengan Lisa yang ada dibelakangnya.

"Kenapa Jeon? Kau akan pergi meninggalkanku? Sendiri?" Tanyanya saat keduanya berhadapan. Jungkook kembali menyimpan ponselnya dan menghambur kepelukan Lisa.

"Sebentar Lis. Hanya sebentar. Kupastikan besok aku sudah ada disisimu memelukmu dalam tidur hm" ucapnya mencoba membujuk wanitanya agar mendapat ijin.

Sedang Lisa entah kenapa tiba-tiba perasaannya tidak enak. Ia menjadi resah.

"Tidak Jeon aku memiliki feeling buruk. Jangan tinggalkan aku." Ucap Lisa semakin memeluk erat suaminya.

"Hey hey sayang aku akan kembali. Bagaimanapun keadaanku aku akan kembali. Karena hanya dirimu yang bisa menyembuhkan ku bukan?" Ucapnya sembari memegang pipi wanitanya.

Raut cemas tergambar jelas diwajahnya.

"Bagaimana jika kau gagal kembali—"stuutt tidak akan." Potong Jungkook.

Kini keduanya berada di kamar. Lisa hanya berdiam melihat suaminya yang baru genap sebulan keduanya menjadi pasangan suami istri ini sudah mau meninggalkannya.

Jungkook sibuk dengan baju dan perlengkapannya. Tentu dengan membawa senjata tajam.

Dari arah cermin di depannya ia dapat melihat rupa istrinya yang terlihat sekali enggan mengiyakan kepergiannya.

Ia menoleh dan melangkah mendekat. Menggenggam pergelangan tangan dan membawa wanitanya kedalam ciuman sesaat.

Air mata jatuh membasahi pipi keduanya membuat ciuman itu berakhir.

FOR YOUCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang