Langkah kaki itu kian melemah. Melihat gadis yang begitu dicintanya kini tengah diam didepan sana. Melihat kearahnya dengan tatapan penuh luka. Wajah ayunya terlihat menyedihkan. Begitupun ia. Keduanya sama-sama terluka.
"Lisa-aa ..hiks a..aku ti...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" lo berani macem-macem di wilayah gue hah?!" Bentaknya sembari menarik salah satu telinga orang yang sudah babak belur karena serangannya tadi.
Sedang dia? Hanya sedikit berkeringat melihat banyak lawannya yang sudah terkapar tak sadarkan diri tinggal satu yanga masih bisa meringis kesakitan karena tarikan ditelinganya.
"Aduh aduhhh sorry sorryyy Ruto-shi kita hanya mengikuti perintah saja aaaagggghh" serunya saat ia kembali menginjak kepalanya sampai menyentuh pasir dibawahnya.
Pandangannya jatuh pada gadis yang sudah tak berdaya terikat duduk didepannya segera buat orang dibawahnya ini tak sadarkan diri lalu melangkah maju.
Menghampiri tepat didepan gadis yang masih menunduk dengan rambut panjangnya yang menutupi wajahnya.
Ia sampirkan rambutnya keatas untuk melihat rupa gadis itu dan wajahnya langsung membelalak.
"KIM?!...panggilanya yang langsung mencoba melepas tali ikatan tangan pada gadis ini dan mencoba menyadarkannya.
Gadis itu langsung jatuh dalam pelukannya. Ia langsung membawa gadis itu pergi dengan mobil sportnya. Memakaikannya sabuk pengaman dan segera berpindah menuju kursi kemudi.
Suara raungan mobil sportnya menguar membelah jalanan malam yang begitu sepi.
Sedang di sebuah mansion megah Lisa kini tengah memasang wajah malasnya. Melihat ponselnya terus berdering dan itu ulah kekasihnya.
Dengan malas ia mengangkat panggilan itu.
"Ndee yeoboseoo?"
"Chagiiiiii kamu dimana aja kenapa baru ngangkat panggilan aku? Aku khawatir tau sama kamu dari tadi ngilang. Kamu baik-baik saja kan yang? Halooo haloo sayangkuuu jawab dongggg!!!"
"Jeon... huh kamu bisa nggak usah lebay? Aku capek tau seharian udah ngurus ini itu buat acara nikahan kita dan ini aku mau otw tidur. Kamu baru pisah satu jam loh dari aku!!!!"
"Hehe ya abisnya kamu ngangenin tau yang. Hehe jadi nggak sabar pingin cepet-cepet hidup bareng serumah deh biar bareng-bareng terus"
"Huh kamu kalau mau ngomong terus situ. Aku mau—
Tok tok tok
"Berhenti Jeon nanti disambung"
"Tapi yang— TUT!!!
"Ada apa bun?"
"Adik kamu udah seminggu ini nggak pulang. Kamu tau dia dimana nggak?"
"Haruto? Udah coba cek ke kampus bun?"
"Udah katanya dia berangkat kuliah seperti biasa cuma habis itu nggak tau kemana nggak ada yang tau. Lisa boleh bunda minta tolong? Cari adik kamu. Bunda takut dia kenapa-napa sampe nggak pulang kerumah kaya gini"
Ia menggenggam kedua tangan bundanya berusaha memberi ketenangan.
"Bunda tenang aja. Lisa bakal bawa pulang Haruto bunda tenang aja ya"