"Melihat pemandangan prianya yang sudah mendingan meski jauh dari kata baik-baik saja dengan banyak plester yang terpasang di wajah tampannya. tangan kirinya yng terbungkus perban habis jahitan dan operasi kecil-kecil pengangkatan peluru.
"cih dasar pria menyebalkan" ucap Lisa pelan sembari menghapus air matanya yang kembali turun membasahi pipinya.
"berhenti menangis sayang. Aku kini bukanya sudah baik-baik saja hum?"
"berhenti bicara Jeon kamu harus banyak istirahat"
"baiklah. Tapi jangan tinggalkan aku" ujap Jungkook membuat Lisa terdiam. Pandangan keduanya semakin dalam menyelami satu sama lain
and
"CUT!"
suara sutradara yang sontak mengalihkan pandangan Lisa yang langsung berbalik dan membungkuk mengucapkan terimakasih pada semua kru begitupun Jungkook yang terbangun dan membungkuk mengucapkan terimakasih.
Setelahnya gadis itu melangkah meninggalkan lokasi syuting dan menuju ruang gantinya. Ia bersiap untuk meninggalkan lokasi syuting segera karena
Ting!
bunyi ponselnya berdenting menandakan ada pesan masuk dan itu dari
Eomma❤️
Sayang jangan lupa hari ini acara pertunanganmu. Segera setelah selesai eomma tunggu di rumah, hati-hati di jalan sayang.
Terdiam masih melihat pesan dari eommanya. enggan membalas, ia alihkan pandangnya kedepan setelah cahaya ponselnya redup sendiri.
Pemandangan di depannya turut ikut melukai hatinya, lagi.
Hubungan keduanya berakhir sudah hampir dua tahun lamanya, dan itu terjadi karena keinginan Lisa saat itu. Namun, setelah berpisah bukan kebahagian yang didapatnya. Ia hanya sekedar menjalani hidupnya.
Ia alihkan pandangannya dan mengenakan mantel tebalnya dan bersiap pergi sembari membawa tas bawaanya. Hal itu tak luput dari pandangan Jungkook di seberang jendela yang juga melihat kepergian Lisa.
Ia merasa dirinya yang paling terluka dari perpisahan keduanya, pada saat itu padahal ia sudah menyusun rencana untuk melamar gadis itu. Namun bukan ungkapan terima yang ia dengar, justru ajakan perpisahan yang keluar dari bibir gadisnya kala itu.
"oppa langsung pulang atau?" " ya aku langsung pulang, maaf Lee aku tak bisa mengantarmu. Terimakasih untuk makanannya ku pastikan akan ku makan nanti dalam perjalanan pulang. tubuhku rasanya lelah" alasan yang diberikan Jungkook sedikit banyak mengecewakan gadis yang begitu memujanya kini.
Keduanya belum resmi memiliki hubungan satu sama lain, namun gadis ini kerap kali berkunjung ke lokasi syutingnya walau hanya sekedar mengantar makanan yang katanya itu buatannya.
"baiklah oppa, aku juga membawa mobilku dengan managerku. Hati-hati oppa dalam perjalanan pulangmu" ucap gadis itu sembari melempar senyum manisnya. Sedang Jungkook hanya membalasnya dengan senyum seadanya, dan segera berlalu menuju mobilnya yang ada di parkiran.
Hal pertama yang dilihatnya begitu sampai parkiran adalah Lisa yang sedang berdiri menunggu jemputan sembari kedinginan, terlihat dari tingkah gadis itu yang sesekali menggosokkan tangannya yang telanjang tanpa sarung tangan atau apapun.
"Menunggu jemputan?" tanya Jungkook yang mengejutkan Lisa. Terdiam beberapa saat sampai kembali bibir itu bersuara." jemputanmu sering sekali terlambat sepertinya, sering kulihat kau naik taksi"
Dari perkataan Jungkook dapat disimpulkan bahwa pria itu selalu menanti sampai Lisa benar-benar pergi dengan mobil dan aman. Lisa terdiam memandang Jungkook mendengar apa yang dikatakan pria itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
FOR YOU
FanfictionLangkah kaki itu kian melemah. Melihat gadis yang begitu dicintanya kini tengah diam didepan sana. Melihat kearahnya dengan tatapan penuh luka. Wajah ayunya terlihat menyedihkan. Begitupun ia. Keduanya sama-sama terluka. "Lisa-aa ..hiks a..aku ti...
