Should i?🫧

160 14 0
                                        

Perempuan berpenampilan casual memasuki ruang kerjanya. Duduk dikursi kerjanya yang sudah 3 hari ditinggalnya.

Ah banyak hal yang terjadi beberapa hari terakhir. Ia belum siap dengan kejutan didepan sana.

Ia menyibukkan dirinya dengan laptop didepannya. Banyak laporan medis yang masuk emailnya. Itu dari perawatnya.

Ia mengecek satu persatu. Banyak email juga dari orang-orang ternama yang memintanya menjadi dokter yang merawat mereka. Namun lisa cukup selektif.

Ia tak musti membagi waktunya. Karena kerjaaannya ada dua. Kalian pasti tahu bukan. Sebagai dokter dan juga.emmm ya sedikit bermain di dunia kotor karena daddy nya.

emmm ya sedikit bermain di dunia kotor karena daddy nya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



Suara ketukan pintu mengalihkan atensinya. Sedikit menjeda. Hingga ketukan kembali terdengar.

"Masuk" dan hal yang dilihat setelahnya berhasil mengejutkannya. Membuatnya berdiri secara perlahan. Masih berada di sisi meja kerjanya dengan wajah bingungnya.

Wujud gadis cantik yang hanya berbeda usia satu tahun darinya dengan perut buncitnya.

"Eonnie? Ap—apa yang terjadi padamu?" Tanyanya tergagap sembari berjalan menghampiri temannya.

Tiba-tiba tangisan pilu terdengar saat keduanya berpelukan. Ia mengelus punggung temannya. Berusaha menguatkan. Setelah bertahun-tahun tak bertemu. Ia tak pernah menyangka temannya ini sampai hamil.

Tak perlu ditanya. Sepertinya ia paham kondisi yang menimpa temannya ini.

"Tenangkan dirimu eonnie. Kasihan debay yang ada didalam perutmu jika kau menangis terlalu lama" ucap kalimat penenang yang keluar dari bibirnya.

Sembari menggiring ibu hamil itu untuk duduk di sofa. Ia langsung berinisiatif mengambilkan air putih di dispenser ruangannya dan memberikan pada temannya yang mulai menghentikan tangisnya.

Setelah beberapa saat. Wanita hamil didepannya juga sudah lumayan tenang.

"Apa yang terjadi padamu eon?" Tanyanya memecah keheningan. Wanita yang dipanggilnya eonnie itu bergeming diam sebentar. Hingga helaan nafas kembali terdengar.

"Kebodohanku lisa.hah—-harusnya aku jangan terlalu gegabah" ucapnya seperti menyesal.

"Kandunganku berusia 5 bulan. Dia sudah bernyawa lisa. Untung ia tak begitu rewel sampai kini selama ada didalam kandunganku" ceritanya sembari mengelus perutnya sayang.

"Dia buah dari kesalahanku. Tapi aku tak membencinya , kau tau?" Ucapnya kembali sembari melempar tatap pada lisa yang masih memandangnya. Gadis itu hanya menganggup mengerti.

"Tapi terkadang entah kenapa... aku takut lisa"

"Takut kenapa?"

"Apa dia akan membenciku? Aku memisahkan dari ayahnya. Aku menbiarkannya tumbuh tanpa seorang ayah" terlihat gurat gundah ketakutan dari sorot matanya. Lalisa mendekat. Sedikit memberi usapan pada bahu temannya.

FOR YOUCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang