Jungkook kelimpungan mencari keberadaan istrinya yang sudah dua hari ini tidak bisa ia temui. Ia bingung harus kemana lagi, sedangkan dia sudah mencari disegala penjuru yang kiranya biasa Lisa temui. Sahabat-sahabatnya bahkan tidak ada yang tau keberadaan Lalisa sekarang.
Tidak bisa dihubungi, entah nomornya yang diblokir atau bagaimana karena temannya pun juga sama tak bisa menghubungi Lisa. Ia tidak memiliki keberanian untuk menemui keluarga wanitanya itu.
Ia takut, yang tersisa hanya satu. Ia akan menuju rumah sakit. Setidaknya ia bisa tau apa istrinya bekerja atau tidak.
Kini ia dengan tenang berjalan menyusuri area rumah sakit yang begitu besar milik mertuanya yang diberikan untuk istrinya. Ia yakin 100% bahwa istrinya mungkin ada disini.
"Sudah dua hari ini dokter Lisa tidak hadir, ia mengambil cuti tahunannya. Kami pikir ia tengah berlibur dengan anda" ucap salah satu dokter anestesi yang merupakan teman Lisa di rumah sakit, Yeri namanya.
Mendengar itu Jungkook seakan pupus harapan untuk bisa bertemu.
"Emm atau anda ingin berkunjung ke ruangan dokter Lisa, atau mungkin ke dokter Song?"
"A—aku ke ruangan istriku saja. Permisi" ucapnya yang sontak kembali berjalan setelah berpamitan dengan dokter tersebut.
Clek!! Suara pintu yang dibukanya menyisakan kehampaan dari ruangan istrinya yang tersusun rapi berbagai dokumen juga buku-buku. Foto penghargaan juga foto-foto lisa saat melakukan beberapa kali perbantuan di berbagai wilayah belahan dunia.
Ia mencoba melihat-lihat secara detail ruangan istrinya yang sudah lama tidak ia masuki.
Kini langkah kakinya terhenti saat menyadari dibawahnya sebuah pecahan handphone yang ia bisa pastikan itu milik Lisa, istrinya.
Ia memungutnya dan melihat kondisi ponselnya yang benar-benar hancur. Bahkan tidak hidup layarnya. Ia tidak tau sebab Lalisa sampai melakukan hal ini pada ponselnya sendiri.
Ia beralih pada meja kerja yang begitu rapi terdapat komputer, keyboard juga Business file yang tertata rapi di rak buku tidur dengan tempat pensil disampingnya.
Membuka beberapa laci dari bawah sampai laci ketiga paling atas berhasil mengejutkan nya.
Ia buka semakin lebar dan ia ambil isinya. Ia mengusap rambutnya kebelakang dan memerhatikan foto itu dengan seksama.
Ia sempat kehilangan keseimbangan nya sampai terduduk di kursi disampingnya dengan tangan kanannya masih memegang gambar usg.
Usg milik Lisa.
Istrinya hamil.
Usia kandungannya memasuki minggu ke 9
Jungkook tertunduk menangis saat mengingat wajah terakhir Lisa yang penuh kecewa padanya. Ia pun sama kecewanya pada dirinya sendiri.
Sedang di sebuah villa sederhana milik keluarganya Lisa tengah sibuk membuat makanan untuk dirinya.
Ck!! Decakan muncul dibibirnya saat tiba-tiba bibirnya maju seperti bebek dan satu air mata jatuh membasahi pipinya yang segera ia hapus dengan cepat.
"Kenapa sihhh... aku tidak ingin bertemu ayahmu hiksss jadi stopp menginginkan masakan buatannya hiks" tangis Lalisa didepan mangkuk kaca berisi bahan makanan yang berniat ia olah untuk makan pagi ini.
Wanita itu berjongkok frustasi saat keinginannya sedari kemaren ia tahan. Efek kehamilan benar-benar mempersulit nya saat ini. Setelah ia kesulitan tidur karena biasa di peluk juga dielus-elus punggungnya oleh Jungkook. Ia kembali kesulitan saat harus menahan rindu ingin memeluk prianya namun ia tengah marah.
KAMU SEDANG MEMBACA
FOR YOU
FanfictionLangkah kaki itu kian melemah. Melihat gadis yang begitu dicintanya kini tengah diam didepan sana. Melihat kearahnya dengan tatapan penuh luka. Wajah ayunya terlihat menyedihkan. Begitupun ia. Keduanya sama-sama terluka. "Lisa-aa ..hiks a..aku ti...
