Bagian 10

1.2K 52 1
                                        

Suasana kosan masih hening, hanya ada suara kipas angin yang berputar pelan di sudut kamar.

Sore tadi Novia merengek kembali ke kos karena terus kepikiran tugas nya yang ga sempurna sempurna.

Salma rebahan di kasur, headset nyantel satu sisi, sambil scroll timeline TikTok yang isinya campur aduk: mulai dari resep nasi goreng keju sampe teori konspirasi BTS bubar.

Di sisi lain, Novia duduk di lantai, ngerjain tugas sambil ngemil ciki rasa rumput laut yang baunya udah menguasai ruangan.

"Nov, gue jadi pengen ke salon. Rambut gue udah kayak mi instan seminggu nginep di kulkas," keluh Salma.

"Salon dulu baru tugas, prioritas lo aja udah ngaco," cibir Novia tanpa liat.

Tiba-tiba layar ponsel Salma nyala. Muncul nama "Ronster University" di layar. Incoming video call.

"Ron? Malem-malem?" gumam Salma sambil duduk, lalu tekan tombol accept.

Muka Rony langsung nongol. Rambutnya acak-acakan, hoodie-nya udah lecek kayak abis dipake tidur tiga hari tiga malam.

"Sal..." suara Rony agak pelan, tapi matanya terang. "Paul udah balik."

Salma langsung fokus. "Serius? Kapan?"

"Baru tadi sore dia balik ke apart. Gue pikir dia bakal ngilang lebih lama. Tapi... ya, dia diem sih. Gak banyak ngomong. Cuman bilang 'makasih udah ngurusin Aksa', terus masuk kamar."

Salma menatap layar ponselnya, matanya melembut. "Dia pulang, itu udah cukup."

Rony ngangguk pelan. "Gue tau dia belum baik-baik aja, tapi... at least dia balik. Kita bisa jaga dia lagi."

Dari belakang, Novia nyelutuk, "Bilang dong sekalian, kalo lo juga sok ngabarin karena kangen Salma."

Rony langsung nyengir. "Woi Nov, lo nguping mulu kayak tokek!"

Salma hanya geleng-geleng, tapi senyumnya nggak bisa ditahan.

"Awas lo Ron, kalo video call cuma mau jadiin gue tempat curhat doang. Nanti gue charge per jam."

"Hei, gue manggil lo karena penting! Tapi... ya kalo lo pengen liat muka gue lama-lama juga gapapa sih."

"Bye."

Click. Salma matikan video call sambil tertawa.

Novia memelototinya. "Diem-diem manis ya sekarang. Hati-hati, ntar yang lain rebutan lo."

Salma cuma angkat alis. "Rebutan dulu... baru nanti gue suruh mereka ngerjain proposal musik bareng Rony."

Keduanya tertawa terbahak-bahak sampai Salma melemparkan sisir ke arah Novia, karena dia ga berhenti ketawa.

Ruang TemuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang