Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter 5# anak jalanan

2 0 0
                                        

"jangan sampai lo beneran jatuh cinta pada target gua ok!, jika itu terjadi lo bakalan nyesel bahkan nasib lo akan sama kaya mereka semua!", ucap seseorang di telfon.

Pagi itu tepatnya hari senin hari dimana jadi hari paling sibuk bagi semua orang yang melakukan aktifitas kerja maupun sekolah, sekitaran jam 6 sampai jam 8 itu jalanan dipenuhi kemacetan total hingga membuat semua kendaraan sudah untuk bergerak.

Randi yang biasanya itu berangkat kerja menggunakan motor, entah kenapa hari itu Randi ingin sekali menggunakan kendaraan umum sehingga dia ikut terjebak kemacetan panjang.

"Pak bisa lebih cepat gak? Saya buru-buru nih mau masuk kerja!", ucap Randi.

"Liat gak di depan macet? Saya juga sudah majunya", jawab pak supir taxi dengan sinis.

"Anying banget...gua kasih bintang 1 lo", geram Randi dalam hati.

Tolong.....copet....copet......

Dalam keramaian macet, seorang wanita berteriak meminta pertolongan karena tasnya dicopet oleh seseorang, Randi yang kebetulan berada di belakang mobil wanita yang kecopetan melihat si pelaku dan langsung turun mengejarnya.

Dap.....

"Mau kemana lo?....", ucap Randi.

Tak memerlukan waktu lama, Randi berhasil menangkap copet tersebut yang ternyata copet tersebut adalah seorang anak kecil sekitaran 8 tahun.

"Ampun om....", isak tangis anak kecil tersebut, dia menadahkan tangannya untuk memohon kepada Randi supaya dikasihani.

Namun wajah yang terlihat lusuh dan perlu dikasihani itu tidak mempan meluluhkan hati seorang Randi yang keras kepala, dengan hati yang kesal bercampur sedikit kasihan Randy mau tak mau harus menelfon pihak berwajib menindaki anak-anak kecil seperti itu supaya tidak membuat kerusuhan kembali di jalanan.

Tak lama wanita tersebut datang sambil mengoceh,"Berani-beraninya lo ambil tas gua bocah tengik..", ucapnya.

"Udah-udah tas lo kan udah kembali lagian anak ini udah gua serahin ke pihak berwajib....", ucap Randi.

Wanita itupun berterimakasih kepada Randi karena telah menolongnya, ketika wanita itu akan masuk ke mobilnya tak sengaja wanita itu menjatuhkan dompetnya di jalanan, untungnya Randi yang melihatnya langsung memungut dompet si wanita, namun ketika Randi ingin mengembalikannya, Ilham datang dan meminta Randi ikut ke kantor polisi untuk menjelaskan apa yang terjadi.

"Hah?...."

Dengan sedikit kepo Randi membuka dompet wanita tersebut berharap ada informasi yang bisa membantu dia untuk mengembalikan dompet tersebut, namun dia terkejut ketika melihat foto di dompet si wanita ada foto Iden.

"Oh itu dompet yang dicurinya ya?", ucap Ilham.

"Bu....bukan... Ini dompet gua hehe....", jawab Randi dengan gugup.

Randi yang melihat foto Iden di dompet si wanita itu berniat memngembalikan dompet tersebut melalui Iden, supaya dia tahu ada apa antara Iden dan si wanita pemilik dompet tersebut.

Sementara itu di rumah sakit, Ryza yang di rawat sudah diperbolehkan pulah oleh Dokter, namun dengan kondisi lengannya yang patah dia perlu cek seminggu 1x pertumbuhan tulangnya.

Ryza yang tinggal sendiri dia berniat untuk menumpang tinggal bersama Desta supaya dia tidak kesusahan ketika membutuhkan pertolongan, dia juga bercerita kepada Rudi yang memang dari semenjak kejadian semalam itu Rudi selalu menemani Ryza.

"Kamu gak usah tinggal bersama Desta, kasiahan nanti dia kerepotan ngurusin kamu!", ucap Rudi.

Rudi yang ingin lebih dekat dengan Ryza meminta Ryza untuk tinggal bersamanya karena dia merasa dia yang harus bertanggung jawab atas kecelakaan yang mereka alami.

Who is He?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang