Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter 9# Kasus Pembunuhan Alda

2 0 0
                                        

Malam itu, hujan kembali mengguyur kota, terlihat banyak orang-orang yang meneduh di toko-toko yang tutup dipinggiran jalan. Seperti biasa Desta yang pulang bekerja pada malam itu dia harus tercegat kembali oleh hujan.

Buk....

Desta yang sedang duduk di halte biasanya, tak sengaja dia tersenggol oleh seseorang yang membuat bajunya basah.

"Waduh maaf, gua gak sengaja......", ucap Seseorang itu.

"Gak papa....santai aja cuman insiden kecil", ucap Desta.

Lalu orang itu duduk disamping Desta dengan menawarkan coklat hangat untuknya.

"Btw nama gua Alda....", ucapnya.

"Ia gua Desta", jawab Desta.

Awal pertemuan Desta dan Alda menjadi salah satu kesempatan si peneror untuk bisa menghancurkan pertemanan Desta dan Ryza, dan benar saja dari kejauhan si peneror tersebut melihat gerak gerik Desta dan Alda seperti apa dan dia mengambil foto pada saat momen-momen tertentu.

Tak lama mereka mengobrol, Dyas datang menjemput Desta, terlihat dia seperti pangeran yang menjemput putrinya dengan kuda peraknya, Dyas pun membuka helmnya dan langsung mencium keningnya Desta.

"Maaf ya mas jemput nya lama!", ucap Dyas.

"Eh....ini pacar lo?...", tanya Alda ke Desta.

Tanpa malu, Desta memperkenalkan Dyas dengan bangga ke Alda, hingga Alda pun salut akan efort yang Dyas lakukan terhadap Desta.

"Gua boleh gak minta whatsapp lu Des? Siapa tau doi lu punya kenalan seme buat gua pacarin", ucap Alda.

"Wih ternyata sama-sama boty", ucap Desta.

Lalu Desta bertanya bagaimana keadaan Orion, dan Dyas menjelaskan bahwa Orion sudah di ambil oleh Dimas tadi siang hari.

"Yank kok dibuka jasnya?", tanya Desta.

"Heheh mas lupa bawa jas lagi, soalnya buru-buru", jawab Dyas.

"Terus kenapa dicopot?", tanya Desta lagi.

"Yeh kan biar ayank yang make, mas mag kuat gak bakalan sakit terkena badai pun", jawab Dyas.

Desta berpamitan kepada Alda karena harus pulang terlebih dahulu.

Dalam perjalanan hujan semakin deras, Desta yang merasakannya menyuruh Dyas berhenti untuk meneduh sebentar sampai hujannya reda, tapi Dyas terus melaju karena dia ingin cepat cepat sampai di rumah.

"Liat tuh ih mas kedinginan kan, udah ah berhenti dulu, nanti kamu sakit yank.....", ucap Desta.

"Gak papa dingin heheh...kan sampai di kamar kamu angetin ...... Malam ini mas minta jatah ya", ucap Dyas.

Dengan gemas Desta memeluk Dyas dengan erat.

Sementara malam itu juga Ryza sedang mengibati luka Rudi yang disebabkan perkelahiannya dengan Dimas, terdapat luka lebam pada bagian mata dan dagunya.

"Abang tuh harusnya gak usah berkelahi sama Dimas! Liat aja tampangnya Dimas, dia tuh walaupun tubuhnya kecil jiwanya kaya preman", ucap Ryza.

Sesekali tangan Rudi membelai wajahnya Ryza seperti minta sesuatu, namun Ryza yang tidak mood melakukan skidipapap pada saat itu memberi alasan bahwa Rudi harus sembuh total dulu untuk melakukan aktifitas yang membuatnya terlalu cape.

Tring....

Suara pesan masuk dari Hpnya Ryza, terlihat ada seseorang yang mengirimkan gambar Desta dan Alda yang sedang berada dihalte, dan tak lupa orang tersebut menambahkan bumbu-bumbu isu yang mengatakan bahwa Desta dan Alda bekerja sama untuk menjauhkan Ryza dari Rudi.

Who is He?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang