Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter 3# Diantara Mereka

1 0 0
                                        

Tolong....tolong...

Suara seseorang meminta tolong di kebun dekat sungai.

"Ya ampun.....", ucap kaget seseorang.

Ternyata suara minta pertolongan tersebut adalah Nandy, badannya terlihat lemas tak berdaya, untungnya suara teriakan minta tolong Nandy terdengar oleh seorang pemuda.

"Tolong mas....", ucap lemas Nandy.

Pemuda itu langsung membawa Nandy ke rumah sakit untuk segera ditangani, namun Nandy menolaknya dan meminta pemuda itu membawanya kerumahnya saja.

Namanya Dimas, pemuda tampan, tinggi berkulit sawo matang.

Sesampainya dirumah Dimas, Nandy diberikan pertolongan dengan sigap.

"Aw..... Sakit", teriak Nandy.

"Tahan ya.... Kalo gak dikompres nanti makin membengkak lukanya", ucap Dimas.

Melihat lukanya parah pada bagian kaki Nandy yang terkena benturan batu di sungai, Dimas memanggil dokter ke rumahnya untuk mengecek luka ruam pada kakinya takut terjadi infeksi.

Awalnya Nandy marah karena Dimas memanggil dokter untuk menyembuhkannya.

"Kamu kenapa sih gak mau di cek Dokter? Ini lukanya serius gak bisa aku tangani begitu aja disini tanpa alat dokter", ucap Dimas.

"Nanti aku jelasin yang penting jangan ada orang asing mengetahui keberadaan aku disini!", ucap Nandy.

Dimas menjelaskan bahwa dokter yang akan datang ke rumahnya adalah saudaranya jadi keberadaan Nandy yang sekarang akan aman tidak akan bocor kemana-mana.

"Sebelumnya makasih ya mas, udah mau nolongin saya!", ucap Nandy.

"Panggil aja Dimas hehehe biar akrab gitu", jawab Dimas sembari tersenyum senyum menatap Nandy.

Hari demi hari Dimas merawat Nandy dengan rutin, dimulai dari menyuapinya sampai menyeka luka ditubuh Nandy, bahkan tak tanggung-tanggung pengobatannya ditanggung olehnya.

Karena merasa dirinya berada di tempat dan orang yang tepat, Nandy mulai menceritakan kejadian sebenarnya yang dia alami kepada Dimas bahwa dia sebenarnya di dorong oleh seseorang dari jembatan hingga ia hanyut.

"Tenang, saat ini kamu aman.... Kamu gak akan di ganggu peneror itu lagi", ucap Dimas.

Kembali ke waktu Nandi selesai menjadi MC di sebuah Cafe ternyata sebelum dia mengunjungi teman-temannya dia terlebih dahulu menjumpai Ervan untuk menanyakan kecurigaannya Dyas terhadap Ervan.

Setelah menemui Ervan, Nandy mendapatkan sebua informasi yang bisa menjadi petunjuk awal mula teror tersebut bermula, yang dimana Ervan menunjukan sebuah kotak hitam yang dia dapatkan dari seseorang misterius untuk di berikan kepada Desta, namun karena rasa penasarannya, Ervan membuka isi kotak tersebut yang ternyata didalamnya berisi surat bertuliskan ~kamu yang mati apa temanmu yang mati~ otomatis Ervan yang membacanya tidak jadi memberikan kotak hitam tersebut dan memilih menyimpannya.

• • • • •

1 minggu berlalu

Dyas bebas dari penjara karena ayahnya memberikan tebusan agar anaknya bisa dibebaskan, begitu juga dengan Ryza yang sudah bebas dari kasusnya.

Diketahui Ayah Dyas berada jauh di luar negeri karena setelah kematian ibunya, ayahnya merantau jauh dan menemukan istri baru lalu dia memutuskan untuk menetap di sana.

"Udah 1 minggu berlalu, tapi Nandy tidak ada kabar sekali", ucap Desta.

"Tapi...lo pada mikir gak, semenjak Nandy gak ada, teror itu juga ikutan gak ada?", ucap Ryza.

Who is He?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang