Sampai Kapan?

34.3K 2K 52
                                        

Yeorobun, Candyy kembaliii😚

Happy Reading pemuja Markhyuck🔥💅🏻

"Calam Cubak🍉"
-pertanda Chenle yang paling kiyowok

🌻🍭🐯🐻🍬🌻

Sudah seminggu ini Haechan mengurung dirinya didalam kamar. Ia hanya akan datang ke kampus lalu pulang dan mengurung diri.

Keluarga Seo bahkan dilanda tanda tanya yang sangat besar, ada apa dengan bungsu mereka? Si Bungsu yang biasanya cerewet dan akan berteriak sepanjang masa kini hanya diam dengan tatapan kosong.

Bahkan Mark sering kali bolak-balik kediaman Seo namun, hasilnya ia hanya mendapat kan usiran halus dari sana. Haechan menolak kedatangannya sehingga ia diharuskan pulang.

Bukan hanya itu, pria tampan itu pun sesekali ke kampus untuk sekadar bertemu dengan Haechan. Namun lagi-lagi yang ia dapat hanya sebuah tolakan dari sang empu.

Mark sudah kehabisan akal, entah cara apa lagi yang harus ia lakukan agar dapat menjelaskan apa yang sesungguhnya terjadi kepada Namja itu.

Haechan menatap wajahnya pada pantulan cermin. Bibir pucat, kantung mata yang menghitam bagai panda, juga wajahnya nampak sangat kusam.

Tanpa sepatah kata, ia langsung mengambil tas nya yang ada di meja, lalu keluar dari Kamar dengan langkah yang lesu.

"Bear?" Panggil Hendery dari arah meja makan, saat adiknya itu ingin langsung pergi ke kampus tanpa pamit dengan mereka.

Haechan berbalik, ia tersenyum tipis, "Maaf dedek lupa."

"Sini sayang, makan dulu ya? Liat kamu kurus banget." Ujar Ten khawatir dengan kondisi anaknya. Walaupun ia dan Haechan sering kali berdebat namun tidak bisa disangkal bahwa Ten lah yang paling khawatir disini.

"Iya mae,"

"Dedek kenapa seminggu ini? Ada masalah sayang?" Tanya Johnny.

"Tak ada Daddy, dedek hanya lelah."

Ketiganya saling pandang dalam diam, kemudian menatap Haechan yang kini memakan makanannya dengan telanan paksa.

Tak lama, Haechan berdiri dari duduknya. "Dedek sudah selesai makan, dedek berangkat ya?"

Tanpa menunggu jawaban lagi, Haechan langsung pergi keluar dari mansion meninggalkan keterdiaman ketiga orang didalam sana.

Baru saja ia keluar dari gerbang, dirinya sudah di hadang oleh pria yang seminggu ini ia hindar-hindari, dia Mark.

"Haechan-ah, akhirnya... tunggu dengar penj-"

"-Permisi, gue mau lewat." Potong Haechan cepat. Raut wajahnya mendatar dengan nada suara yang ia katakan penuh penekanan.

"Sebent-"

"-Gue bilang minggir ya minggir!" Mark terdiam, ia menyingkir sedikit dan Namja manis itu langsung pergi menaiki taksi yang ia pesan tanpa sepatah kata pun.

Mark menghela nafasnya panjang, kenapa jadi susah begini? Ia hanya menginginkan Haechan nya, haechan nya yang manis, Haechan nya yang memanggil dirinya dengan embel-embel mas dengan nada yang manis.

MOMMY? || MarkHyuck | EndTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang