2. Question...

227 121 17
                                        

press the 🌟 and enjoying

"Silahkan duduk di kursi belakang." Bu Rindaya berbicara kepada nebula.

Nebula berjalan menuju bangku di belakang senna, dan secara kebetulan bangku itu sejajar dengan anak lelaki yang terus memandang ke luar jendela bahkan mereka sampingan.

Fyi: Kelas di Nusa Bangsa duduknya sendiri-sendiri dan ada 5 baris.

( Begitu mejanya, itu aku sebut nama yang bakal ada di cerita ini, mungkin nanti ada tambahan )

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

( Begitu mejanya, itu aku sebut nama yang bakal ada di cerita ini, mungkin nanti ada tambahan )

Nebula masih heran dengan cowo yang terus memandang keluar jendela, tapi anehnya nebula malah mengikuti hal yang di lakukan lelaki tersebut.

Beberapa menit kemudian terdengar suara yang memberitahukan jam istirahat berbunyi. Sehingga nebula merasa senang, nebula berbalik arah ke depan dan melihat senna sedang meliriknya.

"Lu ngapain bula, ngeliatin cogan lu yee." seru senna sambil tertawa.

"Engga kok, ajak aku ke kantin yuk na. Lapar aku." Nebula berkata sambil berdiri.

Mereka berdua pun akhirnya keluar dari kelas dan berjalan menuju ke arah kantin.

Kantin yang ramai dan tempat yang penuh serta murid yang berdesak-desakan. Itu sebenarnya adalah hal yang wajar jika di kantin.

"Bula, lu ke meja ujung sana dulu ya, sekalian jagain. Biar gue yang mesan." ujar senna sambil mengarahkan meja ke nebula

"Okey, samain aja pesanan kita na." balas nebula sambil dia berjalan ke arah meja tersebut.

Nebula duduk di meja tersebut, dan memperhatikan sekeliling yang ramai, dan tiba-tiba dia teringat akan lelaki aneh tadi

"Dia orang aneh, harus dijauhi," batin nebula yang sibuk dalam pikirannya.

Disaat nebula sibuk dengan pikirannya, senna datang sambil membawa dua piring nasi goreng. Karena mencium aroma tersebut akhirnya nebula tersadar dari lamunannya.

"Wahh, enak banget wanginya." celetuk nebula dengan wajahnya yang berbinar menatap makanan tersebut.

"Ini makanan fav gue di kantin ini, pokoknya lu harus coba bula." balas senna dengan suara yang menggebu seakan Master Chef si senna ini.

****

Mereka pun asik menikmati makanan tersebut, bahkan kepala nebula bergoyang ke kanan dan kiri untuk eskpresi ungkapan yang dia rasakan. Karena bagi nebula makanan adalah suatu kebahagiaan buatnya.

Ditengah itu tiba-tiba nebula juga teringat lelaki tersebut, karena rasa penasarannya dia pun memberanikan bertanya kepada senna

"Senna, kamu tau ga cowo yang di samping aku," bisik nebula.

"Oh dia, lu tertarik juga ya," seru senna sambil tersenyum mengejek kepada nebula.

"Bukan gitu, dia kok gitu. Aku heran." Nebula bertanya lagi.

"Namanya Jean Dewangga, anak terpintar di seluruh kelas sebelas. Soalnya dia selalu juara dan sering ngewakili sekolah buat olimpiade, emang anaknya pendiem sih tapi dia punya banyak fans, ditambah mukanya mendukung. Wajar aja semua orang suka kan." Senna menjelaskan panjang lebar sambil memakan nasi gorengnya.

"Keren juga, tapi aku belum liat wajahnya cuman setengah tadi." Nebula berkata dengan lesu, apalgi mendengar cerita senna yang mengatakan bahwa itu cowo ganteng.

Bel pemberitahuan jam pulang akhirnya berbunyi, dan seketika menaikkan mood nebula yang tadi bosen karena pelajaran fisika menjadi senang.

Nebula pun langsung merapikan alat tulisnya dan memasukkan semuanya ke dalam tas dan memakai tas pink kesayangan nya tersebut di pundaknya.

"Bula, sorry ya. Gue dluan soalnya udah dijemput nih, lu udah tau kan arah mau keluar," ujar senna.

"Tau kok," balas nebula

"Gue dluan ya, bye bulaa." Senna berteriak sambil berlari keluar kelas.

"Byee." Nebula juga ikut berteriak.

****

Nebula melihat cowo tersebut yang tertidur, rasanya dia ingin membangunkannya, tapi dia takut karena mendengar cerita senna yang mengatakan dia orang yang dingin.

"Bangunin atau engga ya, masa dia ga dengar bel sih." gerutu nebula dengan pelan, bimbang dia tuh mau bangunin atau engga.

Akhirnya dia memutuskan untuk membangunkannya.

"Hei hei, bangun dong udah jam pulang. Semua orang udah pulang ini." Nebula berkata sambil mengetuk meja lelaki tersebut.

Cowo tersebut terbangun dan menatapnya kaget tapi diselingi dengan wajah datar tanpa ekspresinya.

"Itu udah jam pulang, aku nebula yang duduk di samping kamu." ujar nebula mengarahkan tangannya untuk berkenalan.

Lelaki tersebut menatapnya datar dan bangkit dari bangkunya, melangkahkan kaki nya melewati gadis yang terbengong karena dihiraukan.

"Gue Jean." Jean berkata sambil berjalan keluar kelas.

Nebula yang mendengar suara tersebut akhirnya tersenyum dan berteriak.

"Salam kenal ya jean," teriak nebula.

"Salam kenal ya jean," teriak nebula

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



Notes

Foto-foto yang diselipkan hanya pemanis ilustrasi ya.

How Love it End?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang