press the 🌟 and enjoying
"Amara, ayo makan."
Ini kali ke-lima Gio berbicara lagi, membujuk adiknya yang sedang merajuk karena Gio tak bisa membawa Nebula ke rumahnya.
"Hmphh." Amara semakin memalingkan wajahnya dan menenggelamkan wajahnya di boneka beruang besar di pelukannya.
"Bula kan masih liburan, ga bisa kakak ajak sembarang."
Aslinya Gio malas sebenarnya bertemu cewe cerewet itu, tapi itu emang benar alasannya. Gio yang patah semangat akhirnya meletakkan piring di meja lalu bangkit, dia sedikit melirik Amara yang mengintip dari bonekanya.
"Makan sedikit aja, nanti minum obat langsung."
Gio mengambil handphone dikantongnya, membuka room chat. Tentu saja itu belum ada balasan sama sekali. Dia menghela nafas dengan kesal, berjalan menuju kamarnya. Gio membuka tirai lalu mengambil rokok dan mulai menghisapnya dengan helaan nafas lagi.
Dia benar-benar bersyukur Amara kembali ceria lagi semenjak mengenal Nebula, bahkan dia juga sedikit berbeda.
"Sedikit doang anjing, ogah banget banyak." setelahnya Gio tertawa sendiri dengan kata-katanya.
Tenggelam dalam malam dan asap rokok yang memuakkan.
Saat itu Gio yang malas langsung pergi dari orang suruhan orang tuanya, bahkan untuk hal kecil seperti pengambilan raport saja orang tuanya tak sudi datang apalagi jika anaknya mengalami hal serius.
Gio seperti biasa akan pergi ke taman belakang sekolah dan merokok tanpa takut dipergoki, tapi hidupnya emang tidak pernah tenang. Gadis dengan pita merah muda besar itu mendatanginya dengan wajah songong.
"Gio, kamu pasti nilainya merah makanya kabur kan." tanpa basa-basi Nebula melayangkan kalimat yang membuat Gio ingin menendang gadis itu juga, itu benar tapi Gio benci mendengar dari gadis itu intinya.
"Bacot lu cewe cempreng, lu aja kalah dari jean kan?"
Sayangnya perkataannya itu membuat Nebula terdiam beberapa menit, Gio yang merasa bersalah entah setan datang darimana membuatnya mengulurkan tangannya untuk mengelus kepala Nebula. Awalnya dia berpikir setelah melakukan itu ada 2 kemungkinan: Punggungnya memerah karena tamparan dan Tulangnya patah karena dilempar.
"Iya ya, harusnya jean sebagai pacarku harus ngalah kan. Aneh banget aku hahaha."
Tawa gadis itu terdengar hambar, seketika Gio merasa seperti mempunyai perasaan yang sama.
"Makanya pacaran sama gue aja."
Nebula langsung memutar bola matanya. "Males banget sama kamu."
Mereka tertawa sendiri padahal tidak ada yang lucu sebenarnya, lalu Nebula bangkit dari duduknya. Memberinya sebuah totebag manis bercorak bunga sambil tersenyum manis.
"Sogokan murahan apa ini?"
Sayangnya Gio langsung cepat berkilah untuk menutupi groginya akibat senyum sialan itu.
"Enak aja murahan, itu aku buat sendiri ya."
Gio langsung mengeluarkannya, hiasan rambut dari rajutan langsung terlihat. Dia melihat Nebula yang bergaya songak sambil cengar-cengir.
KAMU SEDANG MEMBACA
How Love it End?
Romance"I'll protect you..even if it costs me everything." "You were always too brave for your own good." Nebula Sereia, a girl who transferred to Nusa Bangsa. Dia sering berpindah-pindah sekolah dari kecil karena orang tuanya, sehingga kepindahan kali ini...
