press the 🌟 and enjoying
Saat ini nebula sedang duduk dihalte bus di dekat perempatan komplek perumahannya. Pak Sadiq tadi mengantar airin untuk mengecek toko roti yang dikelola mamanya jadi dia disuruh untuk naik bus, nebula tidak keberatan karena dia menyukai hal ini. Menunggu sambil mendengar musik di pagi hari yang cerah dan dikelilingi para pekerja kantoran serta anak kuliahan yang menunggu seperti dirinya.
Bus yang ditunggu tiba, nebula langsung bangkit dan beranjak masuk, dia memilih di paling ujung.
"Hai, kita ketemu lagi ya."
Nebula menatap lalu menggulirkan matanya dengan malas. "Mata lu, gue colok mau?"
"Aku tendang kamu, lagian kok bisa disini sih. Ganggu." Nebula berkata dengan kesal ke gio.
"Harusnya gue yang nanya, gue emang selalu naik bus," ujar gio.
"Ga nanya."
Gio tidak membalas lagi, dan mereka terdiam masing-masing. Nebula fokus dengan lantunin musik ditelinganya dan gio yang asik memandangi nebula.
"Apasih, liatnya gitu banget." Nebula sadar dengan tatapan intens gio, dan dia risih.
"Pegal gue berdiri, lu bangkit gih biar gue yang duduk."
"Duduk di ban sana." Omel nebula.
"Gue pangku deh." Gio menawarkan sekali lagi.
"Ngomong aneh lagi, aku aduin ke jean."
"Cepuan."
"Bodo, wlee." Nebula menjulurkan lidahnya, niatnya untuk mengejek.
Gio tertawa melihatnya.
"Itu apaan, gede banget," ujar rio sambil menunjuk tas berwarna coklat besar disamping nebula.
"Tas biola."
"Lu anak musik?"
"Kelihatannya?" Nebula kesal sekali tolong, kenapa perjalanannya lama sekali. Dia malas meladeni gio.
"Suara lu secempreng itu, kok bisa jadi anak musik."
PLAKK
Gio tertawa sambil mengelus dengkul kakinya yang ditendang. Sehingga suara kamera akhirnya menyadarkannya dia langsung melihat kearah lain, melihat segerombolan cewe-cewe yang mengunakan seragam yang sama.
"Eh, gue dapat dong fotonya."
"Kirimin dong, lumayan followers gue bisa naik kalo nyebarin."
"Berani nyebarin, berarti berani berhadapan sama gue." Aksi mereka dihentikan dengan tarikan dari tangan gio.
"M-maaf kak."
"Iya, maaf kak. Kami bakal hapus."
"Awas aja kalau ga dihapus." Gio langsung melompat turun dari bus, dan membuat 2 cewe tadi akhirnya bisa menghela nafas.
Nebula yang melihat dari awal sampai akhir terdiam. Apalagi melihat tatapan cewe cewe yang dimarahi oleh gio tadi. Emang gio cowo tapi kenapa harus takut.
****
Sebelum nebula kekelas, dia singgah ke ruang musik untuk meletakkan biolanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
How Love it End?
Romans"I'll protect you..even if it costs me everything." "You were always too brave for your own good." Nebula Sereia, a girl who transferred to Nusa Bangsa. Dia sering berpindah-pindah sekolah dari kecil karena orang tuanya, sehingga kepindahan kali ini...
