27. Get me on way

29 10 0
                                        

press the 🌟 and enjoying

Hari berlalu dengan cepat tanpa sadar, hanya sekedar belajar, bercanda dan bergurau tanpa ada hal yang spesial berlalu.

"Pesan amaricano 2 shoot, ya." Jaegar berbicara sambil menunduk melihat notifikasi dilayar.

"Baik, silahkan tun- jaegar? Ternyata kamu."

"Naila ya? Kok lo disini."

"Duduk dulu disana, itu ada yang ngantri dibelakang kamu."

Jaegar langsung mengalihkan pandanganya, dia hanya meringis dan meminta maaf dengan pelan. Memilih yang dipojok agar tidak terlalu ramai.

Jaegar mengeluarkan buku dari tasnya.

"Ini." Naila meletakkan pesanannya tadi dimeja. "Aku kerja disini," sambungnya menjelaskan.

"Bukannya gaboleh, lo juga anak beasiswa kan?" Jaegar bertanya tetapi tetap tidak mengalihkan tatapannya dari buku.

"Aku boleh...jean yang bantu izinin. Tapi.."

Jaegar yang sedari tadi mendengarkan dengan serius langsung tersadar dan menatap naila yang menggantungkan bicaranya.

"Tapi apa?"

"Ini hari minggu, kamu kenapa terus belajar sih? Apa ga bosan!" Naila mengerutu.

"Kenapa lo yang marah? Besok ujian, wajar gue belajar gini."

"Kamu ga belajar juga bakal tetap jadi yang terhebat kan?" Naila mendekatkan wajahnya kearah Jaegar yang terus menunduk

"Lo kaga lanjut kerja?" Lirik Jaegar agak sinis

"Kerja, tapi kamu ga liat lagi sepi karena ini masih jam 10 juga."

"Harusnya kamu yang berhenti belajar." sambung Naila lagi.

Sayangnya Jaegar tidak membalas perkataan Naila dan hanya fokus dengan buku materi tebal didepannya, membuat Naila kesal setengah mati saja.

"Kamu suka bula? Yakan?" Naila menarik pulpen yang ditangan Jaegar secepat kilat tanpa persiapan dari cowo itu.

"Balikin." Jaegar menatap jengah sambil mengusap rambutnya kebelakang.

"Ga, jawab dulu makanya."

"Ga sama sekali." tekan Jaegar.

"Masa? Tapi kamu baik sama dia, giliran ke yang lain jutek banget. Padahal ketua kelas harusnya mengayomi."

"Kebalikan, karena gue benci makanya gue bersikap baik. Dan oh iya, gue bukan presiden sampai mengayomi segala." Jaegar dengan cepat mengambil kembali pulpennya.

"Sebenarnya..aku ga paham." Naila tertawa pelan.

"Aku kebelakang ya, kalau mau pesan ke kasir aja. Sekedar informasi kalau kamu risih."

"Iya, sana."

Naila membalikkan badannya sejenak. "Jae, semangat ya. Semoga besok berhasil ujiannya."

How Love it End?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang