press the 🌟 and enjoying
"Ih awas." Nebula menyingkirkan tangan jean yang mencekal pergelangan tangannya.
"Ikut aku."
"Gamau, aku mau masuk. Kamu pulang sana." Nebula memukul tangan jean kuat dengan tas yang dia pegang tapi itu tak bereaksi bagi jean.
"MAMA TOLONGIN MAA, PAPAA!!"
"Mereka pergi."
"Apa! mana ada, orang 3 hari lagi perginya."
"Lepas ga." Nebula mengangkat tangannya untuk mencoba menampar jean.
Jean tertawa kecil. "Hm, coba aja."
"BIBIII!!!"
Nebula tetap menarik pelan tangannya sekuat tenaga yang dia miliki, tapi bukannya mengendur cekalan tangan jean semakin erat.
"Aduh non, jangan teriak atuh. Malu didengar tetangga."
"Bibi, liat ini." Nebula menunjukkan raut sedihnya ke bi sum.
"Non sama aden jean dulu ya, tadi nyonya tiba-tiba dipercepat urusannya jadi pergi sekarang."
"Gamau, aku mau sama mas bian."
"Mas biannya, besok baru bisa datang non."
"Gausah ketawa kamu!" Nebula mendelik mendengar tawa yang sekarang menyebalkan ditelinganya.
"Aden, ini ada makanan sama seragam non bula." Bi sum menyerahkan paper bag ketangan jean, kesempatan itu digunakan nebula untuk larikedalam rumah. Tapi jean yang sadar langsung mengangkat tubuh nebula dan mengendong seperti karung beras dipundaknya.
Nebula memukuli punggung belakang jean dengan kepalan tangannya. Tidak dihiraukan oleh jean. "Kenapa lama sekali." Nada bentakan dari jean membuat nebula langsung terdiam.
Dalam semenit mobil langsung melintas didepan mata mereka, jean langsung membuka pintu dengan kuat.
"Aku mau duduk," lirih nebula.
Jean memandang lekat ke nebula yang menundukkan kepalanya sambil memegang kancing baju jean.
"Sudah duduk."
"Duduk disamping, gamau dipangku."
"Diam." Jean menekankan suaranya sambil memegang kuat pinggang nebula, sehingga membuat nebula meringis kecil dan akhirnya hanya bisa menyenderkan kepalanya dileher jean.
Jean langsung tersadar ketika merasakan lehernya yang basah, dia langsung menarik tangannya dari pinggang nebula. Mengganti dengan elusan yang lembut.
Jean membaringkan nebula di sofa, saat dia mau menyelimuti tangan kecil nebula menghentikannya. "Lapar.."
Jean langsung beranjak pergi. Nebula yang heran hanya terdiam, dia menatap paper bag yang didepan matanya lalu meraihnya. Mengeluarkan kotak makan yang sudah membuat perutnya berbunyi daritadi.
"Pakai nasi." Jean menarik tangan nebula yang sudah siap memasukkan tumisan sayur capcai kemulutnya.
Nebula langsung merenggut, jean mengambil alih sendok yang ditangan nebula dan menyuapi nebula dengan telaten.
KAMU SEDANG MEMBACA
How Love it End?
Romance"I'll protect you..even if it costs me everything." "You were always too brave for your own good." Nebula Sereia, a girl who transferred to Nusa Bangsa. Dia sering berpindah-pindah sekolah dari kecil karena orang tuanya, sehingga kepindahan kali ini...
