26. Love language

41 11 1
                                        

press the 🌟 and enjoying

I love you, angel. — Jean.

"Gue bisa hubungin kenalan keluarga gue kalau lu mau tas yang persis gini juga, tapi ini benaran bagus banget gila, sih

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Gue bisa hubungin kenalan keluarga gue kalau lu mau tas yang persis gini juga, tapi ini benaran bagus banget gila, sih."

Jessica memperbesar layarnya dan meneliti lebih jelas lagi. "Benar lagi, cakep banget ini. Boleh dong."

"Aku kepengen foto disitu juga." Naila memasukan potongan buah yang tersisa kedalam mulutnya sekaligus.

"Lu mau foto di bawah kolong jembatan."

"Tai, kalau kolong jembatan menara Eiffel semua orang juga mau. Ya kan nai?"

"Benar itu, jessi emang ga ngerti mah."

"Songong lu bocil, kaya pernah aja lu."

"Pernah ya, di dalam mimpi sih."

"Hooo, gosip apa kalian pagi-pagi." Rio yang menyela secara tiba-tiba membuat jessica langsung memukul keras dengan 5 cap jarinya.

"Hahaha, mampus. Emang enak." Naila mengejek dengan tatapan jelinya, langsung dihimpit oleh rio dengan tangannya.

"Si rio setan, untung HP gue kaga jatuh." Senna langsung beringsut untuk memasukkan gawainya ke dalam kantong rok.

"Teman kalian kenapa tuh, pagi-pagi udah nangis kaya sinetron." Rio menunjuk nebula yang berada dipojok sambil membaca.

"Kamipun gatau, datang-datang udah begitu bentukannya," ujar senna.

"Jess, kesurupan lu kalau ngelamun."

"Lu potong rambut ya?" Tanya jessica ke rio.

"Lah benar, cakep gue kan. Emang ketampanan hakiki gue jangan diragukan sih."

"Huekk, mau muntah." Naila memperagakan orang muntah.

"Heh, ga sopan sama yang mulia raja kalian. Raja mau cabut dulu."

"Wassap, ketua kita." Setelah meninggalkan mereka bertiga sepertinya rio menargetkan jaegar kali ini, entahlah bahkan mereka semua berpikir kalau sedang dilanda hal aneh mungkin rio tetap santai sepertinya.

"Angel, udah dong nangisnya. Aku bakar juga buku itu." Jean sedari tadi hanya melakukan hal yang berulangkali, yaitu mengelus pipinya nebula yang terkena lelehan airmata. Entahlah jika air mata yang jatuh bukan karena dirinya, jean sama sekali merasa tak senang.

"Diem dulu deh, ini ceritanya benar-benar lagi bagian tersedih. Kamu mana paham." Nebula menepis tangan jean yang mencoba menyentuh bibirnya.

"Aku boleh cium lagi ga? Yang kemarin kurang." Jean mendekatkan bibirnya ke telinga nebula, bahkan dia sempat mengigit kecil yang membuat nebula langsung berjingkat kaget, nebula langsung mengusap-usap telinganya. Anehnya gambaran dimata jean nebula kelihatan seperti puppy yang sedang menjilat dan mengelus telinganya, Hah... benar-benar lucu.

How Love it End?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang