press the 🌟 and enjoying
Menuruni tangga dengan langkah yang berat, jean selalu malas jika pergi bersekolah tapi dia akan lebih malas jika berada di rumah saja.
"Tuan muda, selamat pagi. Tuan ingin sarapan apa?" pelayan yang berada di rumah besar ini bertanya kepada jean.
"Tidak usah, saya sarapan di sekolah saja." pergi melangkah keluar dari rumah yang selalu membuatnya muak, dia hanya menuruti perintah orang yang melahirkannya untuk tinggal sebentar disini.
"Selamat pagi tuan muda," sapa sang kepala supir di keluarga Arche.
Jean hanya menganggukan kepalanya dan memasang wajah datar dan memasuki mobil.
Supir tasi pun langsung mulai menjalankan mobil ke tujuan sekolah.
"Senna, selamat pagi!" seru nebula dengan keras memanggil sang teman, senna pun menoleh kebelakang dan melihat nebula yang berlari menghampirinya.
"Lu buat kaget aja," ujar senna
"Maaf hehehe, tau ga sih na." Nebula menggandeng tangan senna dan mereka berjalan dilorong menuju kelas, dan seperti biasa para siswa yang melihat pasti akan menyapa mereka atau sekedar senyum. Senna siswi aktif dan lumayan terkenal dan Nebula murid baru yang manis dan ramah, mereka adalah perpaduan yang sempurna.
Senna yang sedang asik membalas sapaan para siswa atau siswi yang menyapanya, menjawab. "tau apaan tuh?" tanya senna.
"Sumpah. Kemarin aku tremor banget perkara bingung gimana mau ngechat jean," ucap nebula.
"Lu sih, ngeyel banget mau dekatin dia,"
"Ya... Namanya juga sedikit perjuangan." Nebula mengangkat wajahnya keatas sedikit seperti menunjukkan bahwa dia adalah pejuang yang keren
"Perjuangan yang sia-sia," gurau senna membalas jawaban nebula.
"Lu harus mendu-
"Jangan ngobrol dijalan," ujar jean yang baru saja melewati mereka.
"Kung, mendukung maksudnya. Gila ganteng banget pangeran ku." Nebula memegang dinding disampingnya dengan wajah yang merah.
Tanpa mereka sadari mereka sudah di depan kelas sedari tadi, keasikan ngobrol sampai tidak sadar.
"Jangan gila disini tolong." Senna menarik tangan nebula ke dalam kelas.
Teman sekelas mereka yang berada di kelas memperhatikan mereka. Karena wajah mereka yang memerah, satu merah karena salting satu lagi nahan malu.
Senna langsung menjatuhkan badan nebula ke tempat duduknya dengan sedikit keras. "Duduk lu, dan jangan heboh," ujar senna.
Nebula pun tersadar dari bengongnya dan langsung melihat ke samping kirinya, ke tempat dimana jean berada. Awalnya nebula sendiri yang sibuk memperhatikan tetapi selang beberapa detik setelahnya jean berbalik arah dan ikut menatap juga, hingga akhirnya.
"Selamat pagi anak-anak." Guru yang masuk kedalam kelas seketika langsung membuat satu kelas yang tadinya heboh menjadi hening dan juga pemutus aksi tatap-tatapan nebula dan jean
KAMU SEDANG MEMBACA
How Love it End?
Romance"I'll protect you..even if it costs me everything." "You were always too brave for your own good." Nebula Sereia, a girl who transferred to Nusa Bangsa. Dia sering berpindah-pindah sekolah dari kecil karena orang tuanya, sehingga kepindahan kali ini...
