23. Taste like u

26 11 1
                                        

press the 🌟 and enjoying

Jean meletakkan pemantik api dimeja dan menghembuskan asap yang keluar dari rokok yang sedang dihisapnya, berada dibalkon hotel yang disediakan oleh pihak olimpiade.


Wajahnya masih mengeras, sialan sekali perasaan aneh ini baginya. Kenapa juga dia harus memikirkan sekeras ini padahal jika dia ingin dia bisa membawa gadisnya lalu membuatnya mengingat semuanya dan mereka akan hidup bersama selamanya. Hanya berdua saja.

Tetapi dia tidak ingin membuat gadisnya ketakutan karena pemaksaan.

"Jean, belum tidur ya." Suara perempuan yang mendayu terdengar ditelinganya, dia mengalihkan pandanganya kearah berasal suara tersebut.

Orang yang bersamanya mengikuti olimpiade, kamar mereka ditempatkan bersebelahan agar memudahkan wali untuk mengabari mereka.

"Kenapa belum tidur?" tanya jean.

Dia mendekat kearah tembok balkon yang bersinggungan.

"Didalam agak gerah, tapi pas keluar malah kedinginan." Cewe itu mengelus tubuhnya perlahan, dia hanya memakai piyama tidur.

"Tidur, besok pagi kita pulang." Jean melepaskan sweater yang dipakainya lalu memasangkan ditubuh cewe tersebut dan hanya meninggalkan kaos oblong di badannya.

"Kenapa kamu ga mau tidur bareng aku lagi?"

"Misel, bahasa lu ambigu." Mereka lalu tertawa.

Misel memandang lekat jean yang terus menatap kelangit. "Jean, do you like her?" tanya misel.

"I fall, i fall with love with her since we childhood." Jean bergumam pelan tetapi karena jarak misel bisa mendengar dengan jelas.

"Oh..i see. Pantesan kamu nolak aku sekarang."

"Kita cuman teman yang sering wakili olimpiade dan teman belajar, jadi gue emang ga pernah nolak."

"Just friend, uh huh. Teman yang saling tidur bareng dan teman yang saling berpelukan."

"Misel, tidur." Jean langsung berbalik arah dan masuk kedalam kamarnya meninggal samar suara teriakan dari misel.

Sebelum dia membaringkan tubuhnya dia melihat sekilas layar hpnya yang terbuka dan ada pesan dari gadisnya. Nebula mengirimkan pesan ucapan good night.

"Gadisku yang paling manis," gumamnya.

****

"Yah, ga dibaca juga pesannya," lirih nebula.

Nebula melihat kamarnya yang berserakan sampah plastik cemilan yang dia makan tadi saat marathon drama korea. Waktu sudah menunjukkan pukul 11.30 tetapi dia belum mengantuk, dia hanya menenggelamkan kepalanya dilutut sambil menghela nafas berulang kali. Rasanya seperti menjadi orang tua yang mempunyai beban seberat gunung himalaya.

"Kenapa rasanya setiap mikirin jean, hatiku jadi kaya ga tenang."

"Ahh, udahlah. Aku mau minum lalu tidur." Nebula langsung mengusak selimut yang membungkus dirinya.

How Love it End?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang