BAB 9: Perlombaan Sekolah

75 4 0
                                        

Jam telah menunjukkan pukul 9 pagi. Kiandra, Saskia dan rekan satu tim lombanya sudah bersiap-siap dari pagi untuk mengikuti lomba. Mereka telah mengenakan baju sewaan yang sesuai dengan konsep lagu The Boys. Wajah mereka juga sudah didandani oleh kenalan ibu Saskia yang kebetulan berprofesi sebagai make up artist.

Kiandra mencoba mengenyahkan perasaan gugupnya. Ia gosok telapak tangannya untuk mengusir hawa dingin yang menjadikan telapak tangannya berkeringat. Satu tangannya menggenggam ponsel Samsung Champ miliknya. Berharap ada pesan masuk dari Fabian.

"Guys, fokus ya semuanya. Kita harus ngelakuin yang terbaik. Lakuin aja sesuai gladi bersih kemarin," seru Saskia. Memecah kesunyian ruang kelas yang hanya diisi oleh mereka.

"Gue deg-degan banget sumpah. Kalau ada gerakan yang salah gimana?" Celetuk Rani.

"Mana gue demam panggung lagi," tambah Fitri.

"Anggap aja nggak ada orang," tukas Kiandra. Ia bangkit dari duduk lalu berdiri di depan rekan tim lombanya. "Kunci dari kesuksesan lomba nari itu kekompakan. Kita udah kompak kemarin. Jangan sampai rasa gugup yang lo punya malah jadi penghambat kekompakan yang udah kita bangun. Awalnya emang susah, tapi coba lo nikmatin lagunya. Bayangin aja lo jadi member SNSD beneran."

Saskia terkekeh mendengar saran Kiandra. "Lucu sih. Tapi kata-kata Kiandra ada benernya. Ini saatnya kita tunjukin ke semuanya kalau kita bisa."

"Betul." Kiandra mengulurkan tangan kanannya. "Ayo kita seruin jargon kita. Sonyeosidae fighting!"

Lantas Saskia, Rani, Fitri, Dita dan Sarah juga mengulurkan tangan kanan mereka lalu berseru kompak. "Fighting!"

***

Audio speaker sekolah mulai menyetel lagu SNSD - The Boys. Sorakan dan tepukan meriah mengiringi pembukaan penampilan dari tim Kiandra. Latihan yang telah mereka lakukan selama tiga hari berturut-turut akhirnya dipraktekkan di hadapan para siswa, siswi dan guru SMPN 6.

Lomba dance dilakukan di lapangan sekolah. Tak heran jika sisi-sisi lapangan tiba-tiba sudah dipenuhi oleh anak-anak yang ingin menonton. Apalagi tim Kiandra menjadi tim pertama yang tampil.

Tepat setelah kata bring the boys out, tiba-tiba Kiandra berlari ke sisi lapangan lalu kembali ke posisinya dengan membawa mikrofon tanpa kabel. Tanpa aba-aba, Kiandra mengeluarkan suaranya. Ia bernyanyi lagu The Boys sambil menarikan koreografinya.

Nyanyian Kiandra benar-benar mengalun merdu. Pelafalan Bahasa Koreanya juga terdengar jelas. Dengan percaya diri Kiandra bergerak lincah menarikan koreografi The Boys sementara satu tangannya memegang mikrofon.

Ketika tim Kiandra tampil, anak-anak SMPN 6 dihebohkan dengan kedatangan para alumni. Salah satunya ada Fabian Arkhan Ananta. Alumni SMPN 6 yang paling digemari oleh anak-anak. Tak pelak banyak siswa yang berbisik riuh melihat kedatangan para alumni.

Selain Fabian, ada Mahendra, Bagas, Rizky, Dwita, Dita, Sari, dan Putri. Mereka semua adalah alumni SMPN 6 yang dulunya mengikuti ekskul PMR. Tadinya Kiandra mengikuti ekskul tersebut, namun Kiandra keluar dari PMR saat kenaikan kelas 9.

"Itu adik lo kan, Fab?" Tunjuk Dwita ke arah tengah lapangan di mana tim Kiandra dan Saskia sedang tampil.

Tanpa kata, Fabian mengarahkan pandangannya ke satu titik. Seorang gadis yang menari sambil bernyanyi. Satu-satunya gadis yang memegang mikrofon. Walau tidak suka Kpop, tapi Fabian tahu lagu ini dan siapa penyanyinya. Bahkan dia pernah diam-diam memindahkan lagu SNSD dari ponsel Saskia ke ponselnya menggunakan bluetooth.

Fabian mengenal SNSD dari Saskia. Adiknya itu pecinta Kpop garis keras. Meski awalnya ia menyangkal bahwa dia suka Kpop, tapi tidak dapat dipungkiri bahwa Fabian suka mendengarkan lagu-lagu SNSD.

BACK TO YOUR TIME [TERBIT✔️]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang