Menit-menit terakhir mendekati pukul 5 sore, Kiandra sudah tidak fokus pada pekerjaan. Selembar kertas menjadi bahan coret-coretannya. Ia menuliskan poin-poin yang ia ingat akan mimpinya kembali ke masa lalu.
Mulai dari terbangun di tahun 2011 di mana rumahnya belum direnovasi, menjadi anak SMP berusia 14 tahun, bersekolah dan bertemu dengan Fabian. Terakhir yang dia ingat, dia menutup mata sebelum sebuah motor menabraknya.
Ternyata setelah bangun, ia berada di tahun 2024 dan tertidur di dalam mobil. Posisinya persis sebelum dia menjelajah waktu ke tahun 2011. Lantas, apakah itu semua hanya mimpi? Mengapa mimpi itu terkesan begitu nyata seolah-olah Kiandra benar-benar menjalaninya?
"Kak Fabian ...." Gumam Kiandra seraya meletakkan kepala di atas meja.
Sementara itu, di waktu yang sama, tepatnya di ruangan sebelah, Adrian yang mulai mahir menggunakan smartphone, membuka aplikasi facebook. Terpampang profil facebook Fabian Arkhan Ananta.
Tangan lelaki itu mengescroll cepat akun facebooknya. Postingan terakhir akun facebooknya menunjukkan kiriman dari temannya bernama Yanda, berikut unggahan foto sebuah makam yang di atasnya bertaburkan penuh bunga.
Jemarinya mengeklik foto itu, lalu foto tersebut ia perbesar. Makam itu tertorehkan sebuah nama.
Fabian Arkhan Ananta
Bin
Sudrajat Ananta
Lahir: 22 Januari 1995
Wafat: 16 Maret 2012
Sontak kedua tangan Adrian bergetar hingga ponselnya terjatuh. Sekujur tubuhnya mengigil. Dia memang sudah tahu bahwa di tahun 2024 dia sudah tidak ada, tapi dia tidak menyangka bila usianya sependek ini.
Belum sempat Adrian melanjutkan stalk akun facebooknya, tahu-tahu Rio sudah lebih dulu mengajak Adrian untuk pulang.
***
Keluar dari lift, Adrian berjalan lesu melewati lobby utama. Tidak seperti karyawan lain yang tentunya sangat bersemangat saat jam pulang kantor. Untuk saat ini tidak berlaku bagi Adrian. Sebab dia tidak bertenaga usai mengetahui waktu hidupnya hanya sebentar.
2024, itu berarti 12 tahun setelah kepergiannya. Selama 12 tahun itu, dia penasaran bagaimana dengan orang-orang terdekat yang dia tinggalkan. Terutama keluarganya dan Kiandra.
Adrian tidak sadar sudah keluar melewati pintu utama. Ia berdiri memandangi beberapa karyawan yang berlalu lalang. Ada yang pulang naik kendaraan pribadi, ada yang berjalan kaki sampai ke halte seberang kantor, lalu ada juga yang dijemput oleh ojek dengan seragam dan helm hijau. Kening Adrian berkerut rapat saat mendengar percakapan dua orang di dekatnya.
"Wi, gue duluan ya. Lo naik ojol, kan?"
"Iya nih. Driver-nya belum sampe-sampe. Mana gue ngejar kereta."
"Emang di maps udah sampe mana?"
Wanita itu melihat ponsel. "Kalau di aplikasi sih kayaknya lagi kejebak di lampu merah. Eh yaudah lo duluan aja. Ini sebentar lagi driver gue sampe kok."
Selang beberapa saat setelah teman dari wanita itu pulang menaiki mobil, datang sebuah motor di mana pengemudinya beratribut hijau.
"Kak Dewi?" Tanya pengemudi ojek seraya melihat ponsel lalu mengeklik sesuatu.
"Iya pak. Saya Dewi." Lantas wanita bernama Dewi tadi naik gojek yang ia pesan untuk menuju stasiun terdekat.
Adrian yang menyaksikan hal itu lantas tidak sanggup berkata-kata. Matanya sama sekali tidak berkedip. Tahun 2024 sungguh sangat modern. Jauh berbeda dengan tahun 2011 yang masih serba konvensional. Ponsel pun belum secanggih sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
BACK TO YOUR TIME [TERBIT✔️]
Fiksi Remaja────୨ৎ──── Juara 1 Pensi Vol 19 by Teori Kata Publishing ────୨ৎ──── Setelah dua belas tahun kematian Fabian, mimpi Kiandra adalah bisa kembali ke masa lalu dan bertemu Fabian lagi. Ada banyak begitu kata yang ingin dia sampaikan pada cowok itu. Te...
![BACK TO YOUR TIME [TERBIT✔️]](https://img.wattpad.com/cover/367074038-64-k85361.jpg)