Kiandra kembali menjalani rutinitas seperti biasa pasca kecelakaan yang membuatnya koma begitu lama. Gadis itu akhirnya masuk sekolah lagi dan berbaur dengan teman-teman sekolah. Sayangnya memori Kiandra dari sebelum kecelakaan seolah terhapus begitu saja. Gadis itu juga tidak ingat bagaimana dia bisa mengalami kecelakaan itu.
Dokter mengatakan Kiandra mengalami gegar otak ringan. Akibatnya banyak memori yang terhapus dari ingatan Kiandra. Termasuk Fabian. Gadis itu menjadi tidak kenal dengan Fabian lagi. Saat bertemu dengan Fabian pun, Kiandra menganggap Fabian adalah orang asing.
Mendapati kenyataan Kiandra yang tidak mengenal dirinya lantas tidak membuat Fabian menyerah. Dia tahu bahwa Kiandra saat ini bukanlah Kiandra dari masa depan. Pelan-pelan Fabian memulai semua dari awal. Mengajak gadis itu berkenalan dan mendekatinya.
***
Sejujurnya ini lah yang ditakutkan Kiandra. Kembali dipisahkan dengan Fabian. Terkadang semesta begitu kejam. Tidak bisakah Tuhan berbaik hati memberikan waktu lebih lama untuk Kiandra menghabiskan waktu bersama Fabian?
Berhari-hari usai kepergian Fabian dari tubuh Adrian membuat Kiandra merasa tidak semangat menjalani kehidupan. Masih banyak kata yang ingin dia ungkapkan pada Fabian. Masih banyak hal yang ingin dia lakukan dengan pria itu.
Jika Fabian bisa datang ke masa kini, lantas apakah dia juga bisa kembali lagi ke masa lalu?
Dengan lesu Kiandra melangkah menuju ruang marketing. Banyak projek yang harus dia kerjakan, namun seakan Kiandra tidak lagi punya semangat untuk bekerja.
Baru saja masuk ruangan, Kiandra sudah disambut oleh Theo yang menatapnya cemas. Pasalnya Theo tidak mengetahui apapun tentang peristiwa yang Kiandra alami. Pria itu hanya tahu Kiandra berubah drastis sejak hari kecelakaan Adrian.
"Kiandra, kamu yakin bisa handle dua projek di saat yang bersamaan?" Theo mengulang pertanyaan yang sama saat rapat.
"Bapak nggak usah khawatir. Saya bisa mengerjakan dua projek sekaligus."
"Masalahnya bukan itu. Ada yang kamu sembunyikan dari saya?"
Gelengan kepala Kiandra didapati Theo.
"Nggak ada. Maaf pak, saya harus segera merevisi proposal untuk campaign kita minggu depan," kilah Kiandra. Lalu ia duduk di kursi dan bersiap mengetik di keyboard.
"Oke. Kalau butuh bantuan, kamu bisa chat saya."
"Siap." Kiandra mengacungkan jempol.
Tatkala hendak keluar ruangan marketing, Theo tidak sengaja melihat Adrian yang memandangi Kiandra dari luar ruangan. Sepersekian detik kemudian, Adrian buru-buru berlalu pergi kala bersitatap dengan Theo.
***
Fabian Arkhan Ananta, laki-laki kelas XI TKJ II SMK Tadika 8 merupakan siswa yang supel dan mempunyai banyak teman. Tidak sedikit teman perempuan yang menaruh hati padanya. Ia bukan siswa rajin dan teladan, namun sosoknya yang mudah bergaul menjadikan cowok itu terkenal di kalangan guru dan siswa-siswi SMK Tadika 8.
Seorang gadis yang ia tunggu akhirnya berjalan keluar dari gerbang SMPN 6. Bersamaan dengan siswa-siswi yang mengenakan seragam putih biru. Serta merta Fabian turun dari motor dan menghadang gadis itu.
"Hai, Kiandra." Fabian menyapa Kiandra seraya mengangkat satu tangannya.
"Minggir," balas Kiandra malas. Ia menatap tidak suka pada Fabian.
"Mau pulang? Aku anterin ya." Fabian mengikuti jejak Kiandra yang terburu-buru berjalan.
Kontan Kiandra berhenti. Menghela napas kasar. Merasa lelah lantaran cowok itu terus-terusan mengganggunya sejak dia siuman dari koma.
KAMU SEDANG MEMBACA
BACK TO YOUR TIME [TERBIT✔️]
Teen Fiction────୨ৎ──── Juara 1 Pensi Vol 19 by Teori Kata Publishing ────୨ৎ──── Setelah dua belas tahun kematian Fabian, mimpi Kiandra adalah bisa kembali ke masa lalu dan bertemu Fabian lagi. Ada banyak begitu kata yang ingin dia sampaikan pada cowok itu. Te...
![BACK TO YOUR TIME [TERBIT✔️]](https://img.wattpad.com/cover/367074038-64-k85361.jpg)