BAB 12: Garis Takdir

70 3 0
                                        

Pertemuan keluarga besar dari pihak ayah membuat Kiandra dapat merasakan lagi kehangatan sebuah perkumpulan saudara besar. Apalagi dia bisa berinteraksi lagi dengan beberapa saudara yang telah meninggal.

Jika biasanya Kiandra kerap menghindari obrolan dengan para tetua saudara, kini Kiandra justru turut ikut serta. Sedari tadi gadis itu menimpali pembicaraan Umi Iyah dan Mama Fitri. Ia juga menceritakan bagaimana dia berhasil memenangkan lomba saat class meeting di sekolah.

"Dulu sih emang aku orangnya kurang pede. Sekarang udah nggak lagi. Malahan aku jadi berambisi buat ikut kompetisi di sekolah lagi," ujar Kiandra bersemangat.

"Bagus dong. Orang tua kamu kan guru Bahasa Inggris, jadi kamu bisa bikin orang tua kamu bangga atas prestasi kamu," sahut Mama Fitri.

"Sekarang Kiandra kelas 9, ya? Nanti mau lanjut SMA atau SMK?" Tanya Umi Iyah, sang nenek.

"Aku bakalan lanjut di SMAN 2," jawab Kiandra tanpa ragu.

"Si Kiandra ini main asal jawab aja. Tanya ayahmu dulu," celetuk Jessi.

Kiandra menggeleng. "Nope. Lanjut sekolah di SMAN 2 udah jadi takdir aku, Ma." Lalu Kiandra celingukan mencari seseorang. "Oh iya, Aa Zainudin di mana?"

"Lagi di dapur kayaknya, Ki. Coba cari di dapur aja," imbuh Mama Fitri.

"Yaudah aku ke dapur dulu ya." Kiandra beranjak dari duduknya lalu melangkah menuju dapur.

Sementara itu, Kayla dan Kartika yang memang mengetahui jati diri Kiandra yang sesungguhnya, hanya bisa saling tatap. Sikap Kiandra yang tidak biasa saat datang berkunjung ke rumah Mama Fitri menjadikan Kayla dan Kartika bertanya-tanya.

Tanpa kata, Kayla dan Kartika pun turut beranjak menuju dapur. Di sana mereka mendapati Kiandra yang sedang membantu Aa Zainudin membuatkan minuman es untuk disajikan.

"Sini aku bantu, A." Kiandra meraih sebotol sirup jeruk. Bersiap untuk membantu Aa Zainudin.

"Boleh. Nanti Aa ajarin cara buatnya. Ini resep Aa tiru dari penjual minuman yang suka kamu beli. Rasanya nggak kalah enak."

"Aku tau." Kiandra mengulum senyum haru.

Semasa SMP sampai SMA, setiap Kiandra datang ke rumah saudara dari pihak ayah, pasti Kiandra membeli ice orange milk tea. Minuman yang Kiandra dan sepupu-sepupunya sangat sukai. Sampai akhirnya Aa Zainudin inisiatif untuk membuatnya sendiri dengan meniru resep dari pedagang asli.

Selanjutnya Kiandra menuang teh hingga setengah gelas lalu mencampurnya dengan dua takar tutup botol sirup orange dan susu kental manis secukupnya. Diaduknya minuman tersebut sebelum ia memasukkan es batu.

"Kamu udah tau resepnya?" Ucap Aa Zainudin takjub.

"Udah. Kan Aa yang ngajarin." Kiandra memandang Aa Zainudin dengan tatapan penuh rindu. Ia sungguh rindu pada kakak sepupunya yang satu ini.

***

"Jadi, Teh, menurut lo kenapa Kiandra bersikap kayak gitu?"

Kayla bertanya antusias. Sekarang Kayla dan Kartika sedang berada di rumah Kartika untuk berdiskusi persoalan Kiandra. Lebih tepatnya, menebak-nebak apa yang akan terjadi di masa depan melihat dari sikap Kiandra hari ini.

"Kalau gue perhatiin sih, Kiandra nangis pas salim sama Umi Iyah dan Mama Fitri. Dia juga jadi kelihatan happy banget ngobrol sama Umi Iyah dan Mama Fitri di ruang tamu," terka Kartika.

"Jangan lupa Kiandra yang bantuin Aa Zai bikin minum," tambah Kayla.

"Nah, iya itu. Gue juga lagi mikir kenapa Kiandra bisa kelihatan terharu banget ketemu sama ketiga orang itu." Kartika mengelus-elus dagu. Tampak berpikir untuk menemukan jawaban. "Biasanya kan Kiandra kalau main ke sini ya pasti ngobrolnya sama kita-kita doang, para sepupu. Dia jarang loh tahan ngobrol lama sama orang-orang tua di sini," kata Kartika lagi.

BACK TO YOUR TIME [TERBIT✔️]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang