BAB 18: Pertemuan Tak Asing

52 5 0
                                        

Kedua insan berbeda alam itu akhirnya dipertemukan lagi melalui sebuah keajaiban. Perjalanan waktu yang mereka jalani menjadi sebuah hadiah kecil dari Tuhan. Karena Tuhan selalu berbaik hati mendengar doa-doa hambanya yang putus asa.

Walau pun raga yang dilihatnya kini Adrian, Kiandra bisa merasakan kehadiran Fabian di dalamnya. Kendati demikian, Fabian tidak dapat mengungkapkan secara gamblang bahwa Adrian adalah dirinya.

Tatapan keduanya kian lekat. Melepaskan segala rindu yang menggumul di dada. Benarkah perasaannya ini? Benarkah jika Fabian ada di sini? Atau, benarkah Fabian berkamuflase menjadi Adrian?

"Kenapa diam aja, Kiandra?" Celetuk Adrian.

"Lo ... kenapa bisa ada di sini?" Tanya Kiandra usai menjernihkan pikirannya yang semula kacau.

"Aku kangen tempat ini. Ternyata nggak ada yang berubah," jawab Adrian jujur.

Kedua tangan Kiandra mengepal erat. Ia menahan sekuat tenaga untuk tidak menghamburkan diri memeluk lelaki itu. "Hm. Nggak banyak yang berubah dari tempat ini." Lalu Kiandra perlahan melangkah maju menuju sebuah pohon. Pohon yang menjadi kenangan sekaligus saksi perjalanan waktunya.

Adrian mengamati Kiandra yang mendekati pohon. Tak ayal dia turut mengikuti langkah Kiandra dari belakang. Kiandra yang berjongkok di sisi pohon lantas membuat Adrian melakukan gerakan yang serupa.

"Bahkan tulisan tangan gue masih ada di sini. Kok bisa ya? Gue kira semua itu cuma mimpi," ujar Kiandra lagi.

"Di dunia ini banyak hal yang nggak masuk di logika kita, Ki. Bisa aja ada universe lain selain di alam semesta ini," kata Adrian. Menirukan ucapannya sewaktu dulu.

Seketika itu pula Kiandra kehilangan eksistensi kedua kakinya. Ia jatuh terduduk ke tanah. Adrian bergegas menahan gadis itu dengan melingkarkan kedua tangan di tubuhnya.

Dwinetra mereka bertemu. Kiandra merasakan sensasi getaran dalam hati tatkala bertatapan dengan Adrian dalam jarak sedekat ini. Ini lah jawaban dari perasaan gundahnya. Intuisinya mengatakan laki-laki itu memang benar Fabian.

***

Genggaman tak kunjung lepas dari tangan Adrian. Kiandra benar-benar menggenggam erat telapak tangan lelaki itu. Biarkan dia hari ini memercayai intuisinya.

"Ki," panggil Adrian. Sekarang mereka tengah berjalan bersisian di sekeliling danau.

"Iya, Kak?" Kiandra menoleh. Secercah senyuman terlukis di wajah cantiknya.

"Kamu kenapa bisa tiba-tiba tau ini kakak?" Lontar Adrian lagi.

Gadis itu sejenak berhenti. Ia mengalihkan posisi menghadap Adrian. Satu tangannya terulur membelai wajah cowok itu. "Karena aku terlalu mengenal kamu, Kak."

Lantas Adrian tersenyum mendengar jawaban Kiandra. Ternyata tidak butuh waktu lama bagi Kiandra untuk menyadari keberadaannya. Sebab kekuatan cinta yang mempertemukan mereka kembali.

"Waktu kakak nggak banyak di sini, Ki."

Sontak senyum Kiandra menghilang. Ekspresinya berganti sendu. Ia tahu, cepat atau lambat Fabian pasti akan pergi meninggalkannya lagi.

"Mau pergi sejauh apapun kamu, aku akan berusaha buat menembus waktu dan ketemu kamu lagi. Aku akan pergi ke waktu di mana kamu masih ada." Sekali lagi Kiandra mengeratkan rangkuman tangannya di telapak Adrian.

Kini gantian pria itu yang berdiri di hadapan Kiandra. Ia ulurkan tangan guna menyelipkan helaian rambut gadis itu ke sisi telinga.

"Kamu udah jadi wanita dewasa yang cantik, punya pekerjaan, punya keluarga yang sayang sama kamu, punya banyak teman yang peduli sama kamu. Rasanya harapan kakak udah terpenuhi," ujar Fabian yang bersemayam di dalam raga Adrian.

BACK TO YOUR TIME [TERBIT✔️]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang