OS : Unexpectly.
...
TANGANnya terikat kuat sedangkan kedua matanya mengerjap beberapa saat dan berusaha mencari-cari cahaya, ia belum buta 'kan?
Kenapa semuanya terasa gelap?
Apa karna dirinya tengah ditutupi oleh penutup mata?
Sosok satu ini menghela nafasnya panjang dan luar biasa merinding, sebab ia merasa kalau pakaian atasnya hilang, mungkin?
Bukankah terakhir ia hanya bermalas-malasan diflatnya sendiri? Apa ini?
Ugh.
Tak ada memori terakhir yang bisa diingatnya, hanya, terakhir..
Sebentar.
Jangan bilang kalau teh barley yang diminumnya dari nona seberang jalan itu mengandung obat tidur? Atau, obat bius dan semacamnya?
Meski pemikirannya sudah berantakan sekali, sosok masih tetap diam dan tak memberikan raungan kemarahan.
Bukannya tak mau marah, hanya saja, itu takkan membuatnya terbebas dari semua ini; sama sekali karna mengamuk tak jelas, benar 'kan?
Ia cuma mau lebih cepat berakhir tanpa harus sibuk melakukan sesuatu.
Hanya saja, terkesan apa ya..?
Entah. Terlalu tenang atau memang tengah merasa kalau adrenalinnya sedang dipacu karna dirinya sendiri disekap oleh nona dari flat yang berada di seberang jalan dari miliknya itu?
Mendebarkan, mungkin? Atau, sosok ini memang sudah gila?
.. Agaknya memang ia sudah gila.
"Sudah bangun, baby boy?"
Kepalanya tertoleh menuju sumber suara dan ia mengerut, suara ini milik nona cantik yang tinggal disebrang jalan bukan?
"Anak pintar,"
Pujian itu membuat sosok yang disekap ini mengerut heran, "Tak membuat suara atau apapun, hebat sekali ternyata kamu ya, maltese?"
Jadi benar dirinya diculik oleh tetangga sebrang flatnya...?
"Kak Tika?"
Suara dari sosok yang terbalutkan blindfold itu terdengar ragu, dan sedikit heran?
Namun, derap langkah antar heels yang beradu dengan lantai.
Membuat suasana jadi makin menegangkan, terlebih bagi Willo; sosok yang disekap dan terikat pada sofa berbentuk aneh itu terasa begitu mendebarkan.
Apa dirinya akan mati ya?
Suara derap langkah pun terhenti, "Karna kamu udah jadi goodboy," penuturan dari sang penyekap itu membuat Willo merasa bulu kuduknya berdiri semua terlebih lagi dengan sebuah benda dingin yang tau-tau berada pada lengannya tersebut.
Pisaukah?
Willo berdoa dalam hati semoga itu tak benar-benar pisau.
Atau, dirinya bisa jadi akan meninggal kehabisan darah dalam waktu yang mungkin lumayan lama..
Itu mengerikan sekali sih.
Tapi, sebelum Willo bisa merespon atau berucap, kedua matanya mendadak mendapat pancaran sinar dari lampu yang begitu menyakiti dwinetranya.
Putih.
Semuanya putih, dan kemudian, ia baru bisa menangkap sosok cantik sang tetangga sebrang rumah dengan pakaian khas kantoran.
Blazer hitam dengan rok mini hitam; beserta rambut hitam yang tergerai.
Ini penculik atau model?
Tidak, Willo, sadar! Dia akan mengambil nyawamu! Jerit otaknya saat sosok satu ini malah kelihatan terpesona dengan Kartika; sosok dari tetangga sebrang flatnya.
Wanita ini berbahaya ternyata ya.. Willo berucap dalam hati dengan mulut terbuka.
"Kenapa sayang?"
Full : Unexpectly https://privatter.net/p/10998934
KAMU SEDANG MEMBACA
Prompts.
FanfictionCollections of prompt that might be upload soon or later, all the ideas might be from hailjiminjeong only or ayangie would be filled up the idea. Only for WINRINA.
