Tolong beri feedback ya supporter yang paling muaaaanis seantero cluster buana!
...
CHALLENGE,
DISCIPLINE.
...
KATHERENE itu pulang dengan keadaan sumringah, karna sibuk mendengarkan bagaimana Esther membuat Mikael mengerang nikmat melalui sambungan telfon pada grup.
Ia juga menatap sekitar.
Memastikan kalau Buman masih sibuk menidurkan baby Kiara dan Havannah dikamar nursery room.
Jadi, setidaknya ia bisa mendengarkan bagaimana tetangganya itu memadu kasih walau harus ditemani dengan sambungan dari mereka satu grup.
Asalkan Maranya tak tahu.
Suara kikik pelan dari bilabial si istri dari Bumantara senior ini terdengar pelan saat mendengarkan suara bagaimana sebuah kain tersobek dengan nyaring pada sambungan telfon itu.
Katherene sendiri lupa akan dare yang harus dikerjakannya.
Oh, sungguh.
Dikarnakan dirinya merasa haus dan sesinya Esther sudah selesai melakukan tugas dari titahannya Cassandra mengenai blowjob itu.
Ia melangkahkan dua tungkai kakinya menuju dapur.
Sedikit lupa dengan gawai pintarnya yang tak sengaja ditaruh dimeja rias, karna dirinya masih menyakini kalau Buman masih harus me-ninabobo-kan kedua anak termuda mereka; Havannah itu tak mudah tidur jika tidak langsung diberikan asi dan Kiara juga begitu.
Nyonya Bumantara ini dengan perasaan bahagia; senang, lupa kalau bisa jadi Buman akan menghukumnya karna mendengarkan pasangan lain bercinta.
Oh, anggap saja ini hukum karma.
Sebab menertawakan Esther padahal ide gila Kaynia bisa jadi boomerang untuk mereka semua.
...
CHALLENGE,
DISCIPLINE.
...
Putaran dari botol smirnoff itu pun kini mengarah kepada Katherene, dimana penutup botolnya mengarah kepadanya.
Dan, pantat botolnya mengarah kepada Kahiyang.
Itu membuat Kaynia dan yang lainnya tertawa geli; sebab menyadari kalau kedua pasangan dari dominan termuda pada kluster ini sama-sama hormonal terlebih dalam percintaan.
"Wah. Ini sih antara beneran besok gabisa jalan apa gabisa ketawa gara-gara ngejerit terus," seru si paling tua dengan kekehan pelan.
Bahkan Esther yang semula pias karna darenya itu menjadi tertawa.
Sementara dua orang submisif yang menjadi bahan obrolan ini sama-sama terkikik geli, "Gimana, Yang?" tanya Katherene dengan kerlingan mata.
Kahiyang sih memegangi dagunya.
Berpose sembari berpikir apa yang kiranya pantas untuk membuat dare terasa lebih menyenangkan bagi Katherene.
Kaluna lebih fokus dengan gawainya untuk memastikan apa anak terakhirnya bersama si dominan sedang menangis atau tidak; karna Gilang itu termasuk rewel jika hanya Langit yang berjaga, berbeda dengan seluruh kakak juga aanya, si bungsu tampaknya lebih manja kepada buna mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Prompts.
FanfictionCollections of prompt that might be upload soon or later, all the ideas might be from hailjiminjeong only or ayangie would be filled up the idea. Only for WINRINA.
