Collections of prompt that might be upload soon or later, all the ideas might be from hailjiminjeong only or ayangie would be filled up the idea.
Only for WINRINA.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
.
.
.
Nirnyata,
Kesalahan penulisan terjadi karna sedikitnya waktu editing.
.
.
.
Tolong, dimohon untuk memberikan feedback ke penulis. Terima kasih.
…
SUNDAY LOVE, Oneshoot.
…
HARI minggu adalah hari yang biasanya disukai oleh Minjeong, karna satu—dirinya bisa seharian dirumah.
Yang kedua; dirinya bisa terbebas dari segala kepeningan pekerjaan.
Dan paling penting—sekaligus yang paling sangat amat utama dihari minggu adalah menemani Jimin kesayangannya, dirumah seharian.
Tanpa menganggu.
Tanpa harus dipusingkan dengan orang lain, atau apalah itu.
Pokoknya hanya mereka berdua; Jimin juga Minjeong dalam kediaman nyaman sang babu.
Keduanya tak punya kegiatan yang pasti selain hanya bermalas-malasan diruang tamu, Jimin yang kebosanan itu tak bisa mengeluh.
Ia yang memulai masalahnya, menolak semua ajakan Minjeong untuk pergi keluar.
Padahal biasanya juga.
Dirinya yang paling semangat saat ia akan diajak keluar menggunakan mobil sedan milik sang babu, “Master?” Karna tak tahan.
Jimin akhirnya memanggil pelan sang babu yang duduk diatas karpet, dimana Minjeong tampak begitu serius menonton apa yang diinginkan hybridnya tersebut semenjak kedua memutuskan untuk menonton saja.
“Master?”
Panggilan itu akhirnya membuat Minjeong menoleh, “Hmm? Kenapa, princess?”
Hybrid kesayangannya ini pun mendusal gemas pada bahu sang master meski dirinya tengah tiduran pada sofa yang ada dibelakang Minjeong tersebut.
“Bosan,” bisiknya pelan.
Itu membuat Minjeong mendengus geli sebelum tertawa, dan mengulurkan tangannya.
“Katanya tadi gamau kemana-mana?”
Lontaran perkataan tersebut membuat Jimin mencebik dan kemudian, memilih untuk menaruh dagunya pada bahunya sang babu dengan manja—rengekan pelan.
“Memang gamauuu,” katanya dengan rengakan dan sedikit memukul pelan bahunya Minjeong, “Tapi Jiminie mau sesuatu yang menyenangkan, master!”
“Kita hanya menonton terus! Kenapa tidak melakukan sesuatu hal yang lain sih, master?”
Karna pukulannya tidak sakit, dan yang kedua malah berasa seperti pijitan dari sang hybrid yang sudah nyaris setahun bersamanya ini.
Jimin menghela nafasnya sebelum akhirnya memilih untuk duduk, dan kemudian menaruh kedua pahanya tersebut dimasing-masing pundaknya sang babu sebelum menggoyangkan tubuh Minjeong dengan perlahan.
Yang mana membuat Minjeong tertawa pelan atas aksinya.
Oh, memang.
Memang kadang Jimin itu macam balita yang harus diberikan segala macam mainan, demi membuatnya tetap terhibur.
Dirinya tak sama sekali peduli sih—soalnya kadang Jimin aka hybrid versi toddlernya tersebut begitu menggemaskan sekali sih.
“Lalu? Kesayanganku ingin melakukan apa, sebenarnya?” Minjeong bertanya dengan pelan sebelum menahan kedua kakinya Jimin yang ditaruh pada kedua bahunya ini dan kemudian ia menoleh meski agak susah melakukannya, “Hm? Jiminie mau melakukan apa?”
Hal tersebut membuat Jimin pun meraih kepalanya Minjeong dan kemudian membuat sang master untuk merebahkan kepalanya pada pahanya itu.
Jimin pun menciumi wajahnya Minjeong dengan pelan, dan lumayan basah.
Membuat Minjeong tertawa karnanya.
Sebab jujurnya—Minjeong tak sama sekali memprediksi dirinya akan diciumi oleh sang hybrid seperti, sekarang ini?
“Ya, Kim Jimin.”
Bukannya menuruti perkataan tak langsungnya itu—hybrid satu ini malah makin menciumi wajahnya Minjeong dengan gemas, dan puas.
Tak ingin dikalahkan atau menyerah begitu saja kepada hybridnya tersebut, Minjeong pun berontak dalam kungkungan ‘siluman’ kucing kesayangannya dan membuat Jimin memekik pelan sembari tertawa.
Mengisi ruangan ini dengan begitu canda tawa.
“Hentikan!”
Jimin memekik makin kencang saat Minjeong sudah turut serta naik ke atas sofa, dan menggelitik pinggangnya dengan penuh minat.
“Master!”
…
Sunday Love, Oneshoot from ‘Kitten’ universe.
CW : slow love making sex, breasts play, oral sex, missionary sex, light choking, etc etc.