Rolling in Deep.
Cluster Buana series; last one.
.
.
.
CW : public sex; outdoor sex, voyerism+exhibit kinky, creampie, definitely jealous sexs.
.
.
.
Part terakhir dari serius challenge cluster buana ya, sayangie! Kemungkinan ada lagi tapi gatau kapan yaaa sayangkuuu.
...
Challenges;
Rolling In Deep.
...
HINGGA pada akhirnya, botol vodka yang mereka mainkan ini mengarah kepada Cassandra.
"Nahkan!"
Itu Kaynia yang menyeru riang dan membuat submisif lainnya tertawa pelan, seolah akan benar-benar melakukan sesuatu yang kemungkinan bisa membuat Cassandra susah jalannya besok.
Sementara yang jadi korban berdebar sendiri.
Karna tau betul ide gilanya Kaynia mungkin bisa jadi membuatnya kesulitan sendiri, tapi tak adil rasanya kalau dirinya tak ingin melakukan apa yang mereka semua lakukan.
Sungguh.
Huft, "A-apadeh," istri dari Rasyakala ini bersuara dengan gugup sebab semuanya menatap kearahnya.
Seakan menjadinya sasaran empuk macam mereka semua ini predatornya saja, padahal semuanya cuma bisa melayangkan bagaimana ide gila mereka.
Bahkan lengkap dengan seringaian berarti mereka.
Oh, astaga.
Dirinya akan merasa terpojokan sekarang dengan seluruh mata memandang kepada ia dan wajahnya itu seolah ia memang sasaran utama dari penutupan permainan mereka, "Ga-gausah kayak gitu ngeliatinnya,"
Katherene yang lebih dulu tertawa sebelum menggeleng dengan geli, sementara Kaynia tampak bertukar pandangan dengan Kahiyang.
Selagi Esther dan Kaluna cuma menggelengkan kepala saja.
Mereka cuma mau menunggu apa keputusannya Kaynia, karna, seru saja ide dari istri tertuanya Langit itu untuk didengarkan apalagi jika memberikan dare macam begini.
Tapi bukannya Kaynia yang bersuara.
Semuanya menatap sosok Katherene yang berdehem kecil sebelum, meraih gelas tingginya itu dengan seringaian kecil seolah menunjukan ia punya ide.
"Kenapa, Kath?"
Kaluna yang bertanya sebab Kaynia malah tertawa.
Dan Kahiyang tampak menunggu perkataan yang akan dilontarkan dari istrinya Buman itu.
Cassandra jadi makin was-was sekarang, apalagi tatapannya Katherene yang menunjukan seolah ia siap melemparkan bom untuknya.
"Bang Rasya punya seseorang gak, teh San?" Tanya Katherene dengan wajah geli sebelum terkekeh, "Bukan orang yang gimana-gimana, maksudnya tuh, kayak satu temennya Teh San yang beneran gak disukain banget sama dia?"
Mendengar hal tersebut Kaynia langsung terbahak.
Juga, Kahiyang tak menyangka kalau Katherene akan bertanya soal hal beginian kepada Cassandra dan yang lainnya seperti Kaluna juga Esther cuma jadi penonton saja untuk kali ini karna mereka harus memikirkan bagaimana nasib keduanya.
Alis Cassandra terangkat sebelah seolah tak paham, "Ada sih, satu," katanya sedikit ragu.
Meski tak puas.
Katherene mengangguk kecil, "Coba nanti telfon dia atau kabarin dia buat telfon teh San pas teh San udah sampe dirumah,"
Oh? OH?!
Baik itu Kahiyang juga Kaynia langsung sama-sama tergelak mendengarnya.
"Hoo, jealous sex?"
Keduanya itu membuat Cassandra merona dan kemudian merasa pening, karna mengingat Rasyakala ini tipe super gate-keeping yang luar biasa.
Bisa jadi ia benar-benar tak berjalan besok karna ulahnya sendiri, eh, ralat! Ini ulah mereka semua.
Tidak hanya dirinya seorang sih.
Itu membuat Katherene terkekeh lagi dan mengerlingkan sebelah matanya, "Mara pernah sekali kayak gitu," katanya bercerita dengan nada yang terdengar begitu antusias dan senang.
"And wow," Katherene mendesah girang sebelum tertawa pelan, "I really enjoying it."
Para submisif kluster buana ini langsung tergelak pelan atas curhatannya Katherene, tapi, ya mereka bisa merasakan bagaimana nikmatnya itu terjadi kalau dominan mereka mulai bertindak sedikit memaksa.
Seolah tak pernah merasakan bagaimana pasangan mereka diajak bercinta, pokoknya itu mindblowing.
Cassandra sendiri jadi menekan kedua pahanya.
Ia harus kuat.
Masa baru membayangkan bagaimana liarnya Rasyakala saja, kelentitnya sudah mendadak tegang seolah dirinya begitu mudah untuk diajak senggama (meski memang iya).
Tertawaan ibu-ibu cluster buana ini menggema lagi, entah karna apa.
Soalnya Cassandra sudah tak lagi bisa berfokus pada obrolan mereka dan sudah membayangkan bagaimana posesif juga begitu, kasarnya Rasya kepadanya nanti.
Tapi sebelum itu.
Istri sahnya pengacara paling tampan seantero Nusantara ini, lebih memilih meraih gawai pintarnya dan menghubungi sahabatnya.
Yang dominan itu, yang selalu saja disinisi oleh Rasya.
Mungkin malam ini ia bisa mendapatkan sesuatu yang sudah lama tak didapatkannya? Apalagi, belum lama ini dirinya melahirkan juga mengandung anak bungsu mereka.
Siapa tau, Rasya mungkin menggila?
Cassandra menggigit bibir bawahnya dengan deguban jantung yang lumayan keras, apalagi saat ia sudah akan mengirimkan tombol send kepada kawannya itu.
Kawannya ini memang bisa diajak kompromi dengan baik.
Oh, dirinya antusias soal bagaimana akan mendapatkan keintiman dengan cara agak berbeda.
Full on pvt.
KAMU SEDANG MEMBACA
Prompts.
Hayran KurguCollections of prompt that might be upload soon or later, all the ideas might be from hailjiminjeong only or ayangie would be filled up the idea. Only for WINRINA.
