Dari awal aku ini memang pengecut
Berdalih ke sana kemari agar runtut
Pada segala perhitungan, aku hanyut
Nyatanya berakhir kecut
Badanku mulai gemetar
Sesaat sebelum panggungku digelar
Salah kaprah!
Tak seharusnya tangisku membuncah!
Seolah tak puas membuatku mati
Aku kalah sekali lagi
Tertampar dengan rasa malu
Karna wara-wara yang menjadikannya bukan hal baru
Aku urung kedua kali lagi
Panggungku tercipta kembali
Padahal rasa amanku tersulam saat itu
Parahnya aku merasa seperti dilempari batu
Aku gagal tiga dan empat kali lagi
Aku sudah mulai terbiasa dengan ini
Tak banyak kecewa yang kucurahkan
Toh, hasilnya tak akan berubah jika ku mati sekalian
Baru setengah tahun kujalani
Lukanya sudah sebanyak ini
Entah berapa lagi aku takluk
Akan kuhadapi sambil mengais bagian tubuhku yang remuk
Tegal, 24 Juni 2024
KAMU SEDANG MEMBACA
Sajak Puisiku
PoetryREQUEST CLOSED Amazing cover by @likenoriii Selamat membaca! Jangan lupa vote and comment, ya! Sekian, terima kasih. 📍Dilarang keras mengutip. 📍Hanya amatiran. Jadi hargai saya sebagai pengarangnya. 📍Tinggalkan jejak ⭐️ kalian di setiap puisinya...
