PUISI LIPATDUS
Sham Theo (Aji Saputra), beliau adalah pencetus dari puisi Lipatdus ini.
Seiring jaman berlalu kita menemukan beberapa jenis puisi yang tergolong sebagai puisi lama dan puisi baru.
Jika dulu dalam pembuatan puisi amatlah ketat dengan segala aturan yang ada demi keutuhan agar bisa disebut sebagai puisi. Namun, kini perjalanan waktu membuat puisi berkembang dari segi pemahaman dan aturan yang ada.
Puisi Lipatdus lahir dari singatan/ akronim angka:
5, 4, 3, 2, 1. (LIma, emPAt,Tiga,DUa,Satu)
Yah, puisi lipatdus adalah puisi yang hanya terdiri satu bait, dengan lima baris. Aturan pembuatanya pun mudah.
📍Baris pertama puisi ditulis dengan lima kata
📍Baris ke-dua puisi ditulis dengan empat kata
📍 Baris ke-tiga puisi ditulis dengan tiga kata
📍 Baris ke-empat puisi ditulis dengan dua kata
📍 Baris ke-lima puisi ditulis dengan satu kata
Dari penggunaan jumlah kata yang semakin sedikit antar baris, Lipatdus dapat disimpulkan sebagai puisi yang mengerucut. Nanti, tidak harus membentuk pola sebuah gambar atau bangun ruang tertentu.
ATURAN PUISI LIPATDUS
1. Harus diberi judul
2. Isi puisi diceritakan atau ditulis mulai dari baris awal hingga baris ke-empat.
3. Lipatdus : larik akhir haruslah berupa jawaban atau penegasan dari setiap kata yang telah ditulis perlariknya. Serta harus bersinggungan pula dengan judul.
Contoh:
Hilang
Rembulan tersenyum, menyapa dimalam kelam
Redup cahyanya, wajahnya merindu
Ke manakah bintang?
Kumenelusuri, mencari
Hilang
Tambah ilmu nih guys❤ Ayo! Para readers buat satu puisi Lipatdus, kirim dikolom komentar ya, nanti yang paling bagus, aku publish di chapter selanjutnya.
Salam manis,
Anisa
KAMU SEDANG MEMBACA
Sajak Puisiku
ŞiirREQUEST CLOSED Amazing cover by @likenoriii Selamat membaca! Jangan lupa vote and comment, ya! Sekian, terima kasih. 📍Dilarang keras mengutip. 📍Hanya amatiran. Jadi hargai saya sebagai pengarangnya. 📍Tinggalkan jejak ⭐️ kalian di setiap puisinya...
