Ada suatu ketika aku harus mengangkat tangan
Meminta pertolongan
Yang entah pada siapa aku tujukan
Ada suatu ketika aku harus mengibarkan bendera putih
Tanda juang yang sukar kuraih
Yang berharap mendapat asih
Ada suatu ketika aku bertaruh
Bahwa jiwaku sudah letih dan berpeluh
Yang berharap lebih untuk bersauh
Ya, memang peluhku terbilang remahan
Tak selaras oleh peluh-peluh kalian
Setitik pun rasanya tak bisa kubandingkan
Akhirnya aku hanya bisa menatap pahit
Menatap peluhku yang ternyata hanya secuil ujung celurit
Tapi kurasa hari itu semakin rumit, hatiku menjerit
Atau aku hanya berpikiran sempit?
Pada akhirnya memang hanya ada aku
Yang paling mengerti peluhku
Salahku yang berharap bisa menemukan seseorang untuk berkeluh
Sudah semestinya aku saja yang rengkuh
KAMU SEDANG MEMBACA
Sajak Puisiku
PoesíaREQUEST CLOSED Amazing cover by @likenoriii Selamat membaca! Jangan lupa vote and comment, ya! Sekian, terima kasih. 📍Dilarang keras mengutip. 📍Hanya amatiran. Jadi hargai saya sebagai pengarangnya. 📍Tinggalkan jejak ⭐️ kalian di setiap puisinya...
