Rengkuh

39 4 1
                                        

Ada suatu ketika aku harus mengangkat tangan
Meminta pertolongan
Yang entah pada siapa aku tujukan

Ada suatu ketika aku harus mengibarkan bendera putih
Tanda juang yang sukar kuraih
Yang berharap mendapat asih

Ada suatu ketika aku bertaruh
Bahwa jiwaku sudah letih dan berpeluh
Yang berharap lebih untuk bersauh

Ya, memang peluhku terbilang remahan
Tak selaras oleh peluh-peluh kalian
Setitik pun rasanya tak bisa kubandingkan

Akhirnya aku hanya bisa menatap pahit
Menatap peluhku yang ternyata hanya secuil ujung celurit
Tapi kurasa hari itu semakin rumit, hatiku menjerit
Atau aku hanya berpikiran sempit?

Pada akhirnya memang hanya ada aku
Yang paling mengerti peluhku
Salahku yang berharap bisa menemukan seseorang untuk berkeluh
Sudah semestinya aku saja yang rengkuh

Sajak PuisikuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang